Written by Indri Dwi Sapitri, May 28, 2020
Supaya berhasil di dalam trading baik itu saham, forex, emas atau lainnya, trader harus memiliki strategi trading yang solid. Trader profesional menggunakan berbagai strategi trading untuk menentukan waktu untuk membeli dan menjual.
Analisis Fundamental adalah teknik analisa yang umumnya digunakan oleh investor untuk membantu keputusan jual beli saham. Artikel ini akan membahas tentang Analisis Fundamental dengan cukup menyeluruh. Mulai dari definisi, fungsi, dan berbagai teknik analisis yang digunakan untuk mencari saham terbaik untuk investasi. Dengan membaca artikel ini, Anda memahami tentang penggunaan Analisis Fundamental secara umum.
Contohnya, jika data US non-farm payrolls (NFP) dirilis lebih baik daripada perkiraan, USD biasanya akan menguat signifikan setidaknya dalam 20 menit pertama. Sebaliknya jika data tersebut ternyata lebih buruk daripada perkiraan maka USD biasanya akan melemah tajam. Dengan demikian, counterpart atau pasangan mata uang-nya biasanya akan bergerak naik atau turun dengan tajam pula.
Yang dimaksud dengan angka bulat di sini adalah level-level harga seperti;
Sedangkan yang dianggap angka tidak bulat adalah harga seperti yang biasa kita lihat, seperti;
Angka bulat ini juga sering disebut sebagai level psikologis yang biasanya merupakan area support atau resistance kunci. Contohnya, ketika Anda melihat harga bergerak di atas area level psikologis itu, maka level tersebut menjadi support kunci. Anda bisa membuka posisi buy dengan acuan stop loss di area level psikologis tersebut.
Analisis Teknikal adalah teknik analisa yang biasanya digunakan oleh trader untuk membantu keputusan jual beli dalam trading saham, forex, emas atau komoditas. Artikel ini akan membahas seluk beluk Analisis Teknikal. Mulai dari definisi, fungsi, dan berbagai tools dan indikator yang digunakan. Dengan membaca artikel ini, minimal Anda memahami pengertian Analisis Teknikal secara umum.
Sebagai Contoh Penggunaan Analisa Teknikal:
Namun jika trend cenderung sulit untuk ditentukan, maka MA bisa memberikan petunjuk; kira-kira apakah bias intraday bullish, bearish, atau netral. Selain itu MA juga bisa berkolaborasi dengan Fibonacci Retracement untuk memberi informasi area entry yang baik. Sebenarnya area acuan untuk entry market bisa ditentukan dari Fibonacci Retracement saja. Namun jika diperkuat oleh MA; yaitu ketika area acuan Fibonacci Retracement beririsan dengan area MA, maka area tersebut akan semakin valid untuk melakukan entry market.
Sementara itu stochastic dan CCI berfungsi sebagai trigger atau pemicu, yang memberikan sinyal untuk membuka posisi (buy atau sell). Ketika harga sudah berada di area acuan, maka Anda tinggal menunggu konfirmasi sinyal buy atau sell dari stochastic dan CCI, sesuai dengan bias intraday-nya. Fibonacci Retracement juga berfungsi sebagai acuan untuk mempersiapkan antisipasi jika ternyata analisa kita salah. Penembusan support atau resistance kunci berdasarkan Fibonacci Retracement akan mengubah bias intraday dari bullish menjadi bearish atau sebaliknya.