Written by Hadi Jumaidi, June 10, 2020
Futures trading adalah sebuah transaksi perdagangan derivatif yang menggunakan sistem margin trading. Salah satu produk perdagangan berjangka yang terpopuler di Indonesia yaitu perdagangan emas dan forex berjangka. Nah, banyak sekarang trader yang memanfaatkan hal tersebut menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Di saat trader menginginkan profit, di situlah mereka banyak mencari informasi tentang analisa yang berujung dari profit. Darimanakah informasi dalam bentuk berita tersebut ? Di dalam artikel ini akan dibahas beberapa berita utama sebagai bahan informasi untuk mencapai tujuan masing-masing yaitu profit.
Non-Farm Payrolls (NFP) adalah laporan berisi data mengenai daftar gaji yang diterima oleh para pekerja AS pada semua sektor bisnis, kecuali: pegawai pemerintah federal (seperti PNS di Indonesia). pekerja sektor pertanian dan perkebunan.
Non-farm Payrolls juga merupakan data yang mencakup perubahan jumlah tenaga kerja semua sektor bisnis AS, kecuali bidang pertanian, pekerjaan rumah tangga, karyawan pemerintah, dan karyawan non-profit. Isinya mencakup sekitar 80 persen sektor yang berkontribusi pada perekonomian AS, sehingga berdampak sangat tinggi. Apabila NFP meningkat, maka Dolar AS berpotensi menguat pada semua pasangan mata uang mayor. Sebaliknya, jika NFP menurun, maka Dolar AS bakal melemah.
Tingkat suku bunga suatu negara mengindikasikan besar-kecilnya imbal hasil investasi di negara tersebut. Apabila suku bunga meningkat, maka mata uang negara yang sama bakal menguat pula. Sebaliknya, jika suku bunga diturunkan, maka mata uang negara terkait berpotensi melemah.
Consumer Price Index (CPI) adalah ukuran biaya keseluruhan barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen biasa. Tingkat Inflasi (Inflation Rate) adalah perubahan persentase dalam indeks harga dari periode sebelumnya
CPI juga merupakan indikator kenaikan harga-harga barang dan jasa pada taraf konsumen di suatu negara dalam periode tertentu (biasanya bulanan). Apabila CPI suatu negara meningkat, maka bank sentral negara tersebut bisa mendapatkan alasan untuk menaikkan suku bunga. Sebaliknya, jika CPI menurun, maka bank sentral berpotensi menurunkan suku bunga. Efek berita terkait inflasi konsumen akan berhubungan erat dengan kebijakan suku bunga.
Data GDP merangkum seluruh aktivitas ekonomi dalam suatu negara. Apabila pertumbuhannya meningkat, berarti perekonomian terus berekspansi dan kesejahteraan rakyat terjamin. Namun, jika pertumbuhannya menurun, berarti kondisi perekonomian memburuk. Bahkan, jika data GDP ternyata negatif selama dua kuartal berurutan, maka itu menandakan terjadinya resesi (krisis ekonomi). Oleh karenanya, kenaikan pertumbuhan GDP akan berdampak posisi terhadap mata uang negara asal, sedangkan penurunannya akan berdampak negatif bagi mata uang terkait.
Producer Price Index (PPI), atau dalam bahasa Indonesia disebut Indeks Harga Produsen, adalah indeks yang mengukur perubahan pada harga jual yang diterima oleh produsen barang dan jasa di suatu negara dalam suatu periode tertentu. PPI merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk memperkirakan tingkat inflasi.
PPI adalah indikator kenaikan harga-harga barang dan jasa pada taraf produsen di suatu negara dalam periode tertentu (biasanya bulanan). Apabila PPI mengalami kenaikan di suatu negara, maka inflasi konsumen bisa meningkat juga, sehingga membuka peluang kenaikan suku bunga. Sebaliknya, jika PPI menurun, maka inflasi konsumen juga akan lesu, sehingga bank sentral berpotensi menurunkan suku bunga. Efek berita terkait inflasi produsen akan berhubungan erat dengan kebijakan suku bunga.