Written by Geraldo Kofit, December 07, 2020
Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) dalam bahasa Indonesia, selama ini diyakini sebagai salah satu indikator penting yang mengukur kesehatan perekonomian sebuah negara. Yes benar sekali, Pengertian GDP sebagai indikator fundamental dapat berdampak besar dalam trading, GDP merupakan salah satu data ekonomi penting (big figure) yang diperhatikan para trader untuk membaca potensi arah pergerakan pasar selanjutnya.
(Sources: The Economist)
GDP merupakan representasi nilai total penjualan dari semua barang dan jasa yang diproduksi dalam kurun waktu tertentu. Singkatnya, GDP adalah segala hal yang dihasilkan oleh masyarakat dan bisnis, termasuk gaji para pekerja. Data GDP juga merupakan cara untuk mengetahui sektor perekonomian mana saja yang mengalami pertumbuhan atau penurunan. Berdasarkan salah satu pendekatan yang umum digunakan, nominal GDP dihitung dengan menjumlahkan semua investasi, konsumsi total, pengeluaran pemerintah, dan ekspor (impor) netto. Pertumbuhan GDP (GDP Growth Rate) bisa dianggap sebagai ukuran perkembangan ekonomi negara tersebut dan sampai seberapa jauh ekonomi negara tersebut telah tumbuh atau sedang menyusut.
Gross Domestic Product biasanya dihitung dalam tempo kuartalan atau tahunan, kemudian dilaporkan dalam bentuk nominal tertentu yang merupakan hasil penghitungan rumus di atas maupun dalam bentuk persentase perubahannya dibanding kuartal atau tahun sebelumnya. Yang lebih diperhatikan di pasar forex adalah angka persentase. Umpamanya, jika GDP negara Y naik 3% Year-on-Year, artinya perekonomian negara Y tumbuh 4% dalam setahun terakhir.
Jika persentase laju pertumbuhan GDP itu negatif, maka akan menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya resesi ekonomi, walaupun suatu perekonomian baru dapat dikatakan mengalami resesi apabila laju pertumbuhan GDP mengalami minus dalam tiga kuartal berturut-turut.
Dalam futures trading, data GDP yang paling diperhatikan adalah rilis data GDP dari negara-negara maju seperti Inggris, kawasan Euro dan – tentu saja – primadonanya adalah data GDP dari AS. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, peningkatan angka GDP berarti tumbuhnya perekonomian negara tersebut. Akibatnya, peningkatan data GDP biasanya diikuti oleh penguatan mata uang negara tersebut.
Sebaliknya, jika angka GDP menurun maka biasanya diikuti oleh pelemahan mata uang negara yang bersangkutan. Jadi, jika Anda melihat rilis data US GDP naik dari – misalnya – 2% ke 3%, kemungkinan akan diikuti oleh penguatan USD. Dengan kata lain, Anda bisa membuka posisi buy terhadap USD. Artinya, di antara transaksi yang bisa Anda lakukan misalnya adalah membuka posisi SELL GBP/USD, SELL EUR/USD, atau BUY USD/JPY. Tentu saja setiap transaksi membutuhkan analisa dan perhitungan yang cermat.
GDP Australia atau disebut pertumbuhan ekonomi Australia dirilis naik dari 0.5% ke 1.0%, lebih tinggi dari prediksinya 0.9%. Akibat rilis data tersebut, AUDUSD sempat naik menuju level tertingginya pada level 0.76724 dan akhirnya kembali melemah menuju level 0.76383.
Berdasarkan proyeksi tersebut, Amerika Serikat diekspektasikan bertumbuh 2.4% pada tahun 2018. Andaikata pada akhir tahun 2018 ternyata AS hanya mencatat pertumbuhan Gross Domestic Product 2.2%, berarti pertumbuhannya mengecewakan; terlepas dari apakah angkanya lebih tinggi atau lebih rendah dibanding pertumbuhan tahun 2017.
Jadi, demikian penjelasan singkat mengenai GDP, diharapkan trader selalu mempertimbangkan salah satu data ekonomi yang berpengaruh terhadap pergerakan market.
Join MRG untuk dapatkan rekomendasi signal FREE dan video-video menarik seputar trading yang SIMPLE tapi POWERFUL.
Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
CALL atau whatsapp dan cari GERALD silahkan hubungi di +62 8788.42.50.484