Analisa GOLD dan FOREX Menggunakan Harmonic Pattern: Studi Kasus 2017

Analisa GOLD dan FOREX Menggunakan Harmonic Pattern: Studi Kasus 2017

Written by Astronacci, December 10, 2020

Pada artikel sebelumnya, kita telah mempelajari berbagai jenis Harmonic Pattern, mulai dari Three Drive Pattern, Bat Pattern, Deep Crab Pattern, Crab Pattern, Butterfly Pattern, hingga Gartley Pattern.

Kali ini, kita akan melihat studi kasus analisa menggunakan Harmonic Pattern pada market GOLD (XAU/USD) dan pasangan mata uang (FOREX), terutama pada time frame besar, untuk mengidentifikasi area pembalikan arah harga (reversal), peluang entry, serta target profit.

Mengapa Menggunakan Time Frame Besar?

Studi kasus pada artikel ini menggunakan time frame besar, seperti Daily (D1) hingga 4-Hours (H4). Alasannya, time frame yang lebih besar cenderung menghasilkan sinyal Harmonic Pattern yang lebih stabil dibandingkan time frame kecil.

Berikut beberapa keunggulan menggunakan time frame besar:

  • Memberikan gambaran secara keseluruhan mengenai kondisi dan psikologi market dalam jangka waktu perdagangan yang lebih panjang.
  • Membantu mengidentifikasi arah tren yang lebih kuat.
  • Memiliki probabilitas keberhasilan yang relatif lebih tinggi.

Sementara itu, penggunaan time frame kecil, seperti M5, M15, atau M30, memiliki beberapa kelemahan:

  • Lebih banyak menghasilkan noise dan false signal.
  • Membutuhkan waktu lebih banyak untuk memantau pergerakan harga.
  • Berpotensi memicu overtrading yang justru dapat menurunkan performa trading.

Baca Juga: Analisa GOLD (XAUUSD) Menggunakan Harmonic Pattern: Studi Kasus Februari 2017

Analisa GOLD dan FOREX Menggunakan Harmonic Pattern

Berikut beberapa Harmonic Pattern yang berhasil diidentifikasi pada market GOLD dan FOREX 2017:

1. Studi Kasus Market GOLD (XAU/USD): Bearish Gartley Pattern

13 Maret 2017 (SEBELUM)

gartley harmonic pattern

11 Mei 2017 (SETELAH)

gartley harmonic pattern

Chart di atas menunjukkan:

  • Harga bergerak naik hingga memasuki Potential Reversal Zone (PRZ) di sekitar 1290.97 pada titik D.
  • Setelah menyentuh area PRZ, harga gagal melanjutkan kenaikan dan mulai berbalik arah.
  • Pergerakan bearish kemudian berlanjut hingga mencapai target profit di sekitar 1233.61.

Studi kasus ini menunjukkan bahwa harga GOLD (XAU/USD) berhasil bergerak sesuai proyeksi setelah pola Bearish Gartley selesai terbentuk. Area PRZ dapat dimanfaatkan trader sebagai acuan untuk mencari peluang entry sell, sedangkan target profit ditentukan menggunakan proyeksi Fibonacci sesuai struktur Harmonic Pattern.

2. Studi Kasus Market FOREX AUD/NZD: Bullish Bat Pattern

18 April 2017 (SEBELUM)

bat harmonic pattern

26 April 2017 (SETELAH)

bat harmonic pattern

Chart di atas menunjukkan:

  • Harga terus bergerak turun hingga memasuki Potential Reversal Zone (PRZ) di sekitar 1.06634 pada titik D.
  • Setelah menyentuh area PRZ, tekanan jual mulai melemah dan harga berbalik naik.
  • Pergerakan bullish kemudian berlanjut menuju target profit di sekitar 1.07985.

Studi kasus ini menunjukkan bahwa harga FOREX AUD/NZD berhasil bergerak sesuai proyeksi setelah pola Bullish Bat selesai terbentuk. Area PRZ dapat dimanfaatkan trader sebagai acuan untuk mencari peluang entry buy, sedangkan target profit ditentukan menggunakan proyeksi Fibonacci sesuai struktur Harmonic Pattern.

Baca Juga: Analisa GOLD (XAUUSD) Menggunakan Harmonic Pattern (II): Studi Kasus Maret 2017

3. Studi Kasus Market FOREX NZD/JPY: Bearish Buterflly Pattern

8 Mei 2017 (SEBELUM)

butterfly harmonic pattern

9 Mei 2017 (SETELAH)

butterfly harmonic pattern

Chart di atas menunjukkan:

  • Harga bergerak naik hingga memasuki Potential Reversal Zone (PRZ) di sekitar 79.164 pada titik D.
  • Setelah menyentuh area PRZ, tekanan beli mulai melemah dan harga berbalik turun.
  • Pergerakan bearish kemudian berlanjut menuju target profit di sekitar 78.012.

Studi kasus ini menunjukkan bahwa harga FOREX NZD/JPY berhasil bergerak sesuai proyeksi setelah pola Bearish Butterfly selesai terbentuk. Area PRZ dapat dimanfaatkan trader sebagai acuan untuk mencari peluang entry sell, sedangkan target profit ditentukan menggunakan proyeksi Fibonacci sesuai struktur Harmonic Pattern.

4. Studi Kasus Market FOREX EUR/USD: Bearish Deep Crab Pattern

5 Mei 2017 (SEBELUM)

deep crab harmonic pattern

10 Mei 2017 (SETELAH)

deep crab harmonic pattern

Chart di atas menunjukkan:

  • Harga bergerak naik hingga memasuki Potential Reversal Zone (PRZ) di sekitar 1.10212 pada titik D.
  • Setelah menyentuh area PRZ, tekanan beli mulai melemah dan harga berbalik turun.
  • Pergerakan bearish kemudian berlanjut hingga mencapai target profit 1 di sekitar 1.09540, bahkan bergerak mendekati target profit 2 di sekitar 1.09075.

Studi kasus ini menunjukkan bahwa harga FOREX EUR/USD bergerak sesuai proyeksi setelah pola Bearish Deep Crab selesai terbentuk. Area PRZ dapat dimanfaatkan trader sebagai acuan untuk mencari peluang entry sell, sedangkan target profit ditentukan menggunakan proyeksi Fibonacci sesuai struktur Harmonic Pattern.

Baca Juga: Cara Membaca Pola Candlestick dengan Price Action

5. Studi Kasus Market FOREX EUR/USD: Bearish Butterfly Pattern

2 Juni 2017 (SEBELUM)

butterfly harmonic pattern

5 Juni 2017 (SETELAH)

butterfly harmonic pattern

Chart di atas menunjukkan:

  • Harga bergerak naik hingga memasuki Potential Reversal Zone (PRZ) di sekitar 1.12686 pada titik D.
  • Setelah menyentuh area PRZ, tekanan beli mulai melemah dan harga berbalik turun.
  • Pergerakan bearish kemudian berlanjut hingga mencapai target profit di sekitar 1.12438.

Studi kasus ini menunjukkan bahwa harga FOREX EUR/USD bergerak sesuai proyeksi setelah pola Bearish Butterfly selesai terbentuk. Area PRZ dapat dimanfaatkan trader sebagai acuan untuk mencari peluang entry sell, sedangkan target profit ditentukan menggunakan proyeksi Fibonacci sesuai struktur Harmonic Pattern.

Skenario Pergerakan Harga Setelah Mencapai Area Potential Reversal Zone (PRZ)

Area Potential Reversal Zone (PRZ) merupakan titik terpenting dalam Harmonic Pattern karena menjadi area yang diperkirakan sebagai lokasi pembalikan arah harga.

Namun, perlu dipahami bahwa harga tidak selalu langsung berbalik setelah memasuki area tersebut, sehingga trader tetap perlu menunggu konfirmasi sebelum mengambil keputusan trading.

Berikut beberapa kemungkinan yang dapat terjadi ketika harga memasuki area PRZ:

1. Harga berbalik arah tepat di area PRZ, sehingga pola Harmonic terbentuk dengan sempurna dan pergerakan harga sesuai dengan trading plan.

2. Harga sedikit melampaui area PRZ sebelum akhirnya berbalik arah. Kondisi ini menunjukkan bahwa market tidak selalu berhenti tepat pada satu rasio Fibonacci, sehingga trader tetap perlu menunggu konfirmasi sebelum melakukan entry.

3. Harga terus bergerak melewati area PRZ tanpa menunjukkan pembalikan arah. Jika kondisi ini terjadi, maka pola Harmonic dianggap gagal (invalid) sehingga trader perlu menjalankan manajemen risiko, termasuk melakukan cut loss sesuai trading plan.

Baca Juga: Cara Hitung Risk Reward Ratio, Strategi Trading Tanpa Boncos!

Pelajari Harmonic Pattern Bersama CAT Institute Astronacci

Melalui beberapa studi kasus di atas, Harmonic Pattern terbukti dapat diterapkan tidak hanya pada market GOLD (XAU/USD), tetapi juga pada market FOREX atau pasangan mata uang untuk mengidentifikasi area reversal, peluang entry, hingga target profit.

Jika Anda ingin lebih memahami Harmonic Pattern dan berbagai metode analisis teknikal lainnya, Anda dapat mengikuti program CAT Institute dari Astronacci.

Dapatkan pembelajaran trading private 1-on-1 bersama analis profesional untuk meningkatkan kemampuan analisis market dan menyusun trading plan yang lebih terarah. 

Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut.

Referensi

1. Materi-materi CAT Institute Program

2. The Harmonic Trader, 1999, by Scott M Carney

3. Harmonic Trading, Volume One: Profiting from the Natural Order of the Financial Markets 1st Edition, by Scott M. Carney

4. Harmonic Trading, Volume Two: Advanced Strategies for Profiting from the Natural Order of the Financial Markets 1st Edition, by Scott M. Carney

Butuh Konsultasi?

Hubungi Kami