Begini Cara Dr. Gema Goeyardi Prediksi IHSG Crash dengan Metode Astronacci

Begini Cara Dr. Gema Goeyardi Prediksi IHSG Crash dengan Metode Astronacci

Written by Astronacci, June 02, 2026

Pada Desember 2025, ketika IHSG masih bergerak dalam tren yang relatif kuat, Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi telah memberikan prediksi adanya potensi IHSG crash di tahun 2026.

Lalu, bagaimana cara Dr. Gema membaca sinyal sebelum market benar-benar berbalik arah? Cari tahu pembahasan selengkapnya di sini!

Dr. Gema Goeyardi Prediksi IHSG Crash Sejak Desember 2025

gema goeyardi prediksi ihsg crash

Ilustrasi Market Mengalami Koreksi

(Sumber Gambar: Magnific)

Dalam analisis IHSG 31 Desember 2025, Dr. Gema telah memberikan peringatan adanya potensi IHSG crash. Padahal, saat itu IHSG bahkan belum mencapai puncak pergerakannya.

Menurutnya, target kenaikan IHSG berada di area 9.150-9.250 sebelum berpotensi memasuki fase koreksi yang lebih dalam. Setelah target tersebut tercapai, skenario pelemahan menuju area 6.000 mulai menjadi perhatian utama.

Jadi, fokus utama analisis ini bukan sekadar menebak arah market, melainkan membaca tanda-tanda perubahan tren sebelum mayoritas pelaku market menyadarinya.

Baca Juga: Prediksi JCI (IHSG) 2011 Terbukti Akurat, Begini Caranya!

Sinyal Awal IHSG Crash: Multiple Divergence

sinyal trading ihsg astronacci

Ilustrasi Sinyal Awal Koreksi

(Sumber Gambar: Magnific)

Salah satu cara Dr. Gema Goeyardi prediksi IHSG crash sejak Desember 2025 adalah dengan menggunakan indikator divergence, khususnya multiple divergence pada timeframe yang lebih besar.

Secara sederhana, divergence terjadi ketika pergerakan harga dan indikator momentum mulai menunjukkan arah yang berbeda. Dalam kasus IHSG saat itu, harga masih mencetak puncak yang lebih tinggi, tetapi indikator momentum justru mulai melemah.

Menurutnya, kemunculan beberapa divergence secara berurutan pada timeframe weekly menjadi sinyal bahwa kekuatan tren naik mulai berkurang. Kondisi seperti ini sering kali menjadi peringatan awal sebelum market mengalami koreksi yang lebih besar.

Oleh karena itu, trader perlu lebih waspada ketika menemukan divergence berulang di area puncak pergerakan harga, terutama setelah target kenaikan utama tercapai.

Struktur Elliott Wave Menunjukkan Potensi Koreksi

Selain divergence, Dr. Gema Goeyardi juga menggunakan struktur Elliott Wave dalam menganalisis pergerakan market.

Pada saat itu, IHSG dinilai telah menyelesaikan fase Wave 5, yaitu fase terakhir dalam siklus kenaikan. Setelah sebuah siklus impuls selesai terbentuk, peluang terjadinya koreksi biasanya meningkat secara signifikan.

Kombinasi antara target harga yang sudah tercapai, kemunculan multiple divergence, dan struktur Wave 5 yang lengkap menjadi alasan mengapa potensi koreksi mulai diantisipasi sejak akhir 2025.

Meski demikian, besarnya penurunan yang kemudian terjadi tetap dipengaruhi oleh faktor eksternal yang sulit diprediksi, termasuk perkembangan geopolitik global.

Baca Juga: Bottom Reversal JCI (IHSG) Juni 2024: Kapan Fase Koreksi Berakhir?

Metode Time Trading Astronacci

metode time trading astronacci

Ilustrasi Metode Time Trading Astronacci

(Sumber Gambar: Magnific)

Selain itu, Dr. Gema juga menggunakan metode Time Trading atau analisis siklus waktu, yang menjadi salah satu ciri khasnya dalam menganalisis market.

Berbeda dengan analisis teknikal konvensional yang lebih fokus pada harga, metode ini juga memperhatikan faktor waktu sebagai petunjuk potensi titik balik market, baik pada area  resistance time maupun support time.

Jadi, kombinasi antara analisis harga dan waktu dapat membantu trader mengidentifikasi peluang pembalikan tren dengan lebih baik. Metode inilah yang kemudian digunakan untuk memetakan area-area penting selama proses koreksi IHSG berlangsung.

Baca Juga: Time Trading Berhasil Prediksi Harga Emas (XAU) Oktober 2013

Dapatkan Sinyal Trading Lebih Awal dari A-CLUB

Analisis market ini menunjukkan bahwa sinyal perubahan tren sering kali muncul jauh sebelum pergerakan besar terjadi.

Dengan memahami konsep seperti divergence, Elliott Wave, serta metode Time Trading, trader dapat lebih siap mengantisipasi risiko dan menyusun strategi yang lebih terukur saat menghadapi perubahan kondisi market.

Nah, jika ingin mendapatkan analisis market untuk membantu mengidentifikasi potensi pembalikan arah market sejak dini, Anda bisa bergabung menjadi member A-CLUB SuperApp.

Ingin tahu lebih lanjut tentang cara Dr. Gema Goeyardi prediksi IHSG crash? Tonton pembahasan selengkapnya di YouTube Astronacci.

Butuh Konsultasi?

Hubungi Kami