CARI UNTUNG DENGAN MEMILIH SAHAM BUMN

Written by Holis Syaputra, February 22, 2020

Badan usaha milik negara (BUMN) dikenal sebagai perusahaan negara (PN)—adalah perusahaan yang dimiliki baik sepenuhnya, sebagian besar, maupun sebagian kecil oleh pemerintah dan pemerintah memberi kontrol terhadapnya. Nah, Yang membedakan BUMN dengan badan lain milik pemerintah adalah status badan hukum dan sifat operasionalnya (seperti aktivitas dan tujuan komersialnya).

Dalam dunia pasar modal dan di dalamnya berdinamika trading saham, jika anda mengintip portofolio saya, maka akan selalu ada saham BUMN sebagai bentuk diversifikasi investasi. Sebagai contoh, Jasa Marga (JSMR), Telkom (TLKM), dan lain sebagainya. Lalu, Bagaimana memilih saham BUMN yang baik dan benar? sehingga tidak menjerumuskan trader atau investor dalam dunia pasar modal, semua akan di bahas dalam artikel ini

Cari Saham dengan Tingkat Keamanan Tinggi

Berinvestasi di saham-saham BUMN memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan swasta nonpemerintah. Sebabnya, pemilik BUMN adalah pemerintah sendiri sehingga dianggap perusahaan BUMN tidak akan bangkrut karena disokong pihak yang kuat. Sebagai contoh, di 2015 saat rupiah rontok dan terjadi aksi jual masif saham di BEI, pemerintah mengeluarkan dana hingga Rp10 triliun untuk melakukan aksi buyback menyelamatkan harga saham BUMN yang tercatat di BEI.

Demikian pula saat perusahaan BUMN menerbitkan surat utang, rating yang disematkan oleh lembaga rating umumnya di atas investment grade sehingga pembeli surat utang diyakinkan akan pembayaran kupon dan pokok utang saat jatuh tempo.

Valuasi Saham BUMN

Penilaian atas harga wajar saham dinamakan valuasi saham. Valuasi dilakukan atas berbagai macam pertimbangan dalam menentukan nilai intrinsik suatu saham, tetapi semuanya dibagi menjadi 2 (dua) kategori, yaitu valuasi absolut dan valuasi relatif. Valuasi absolut banyak sekali ragamnya sesuai dengan peruntukannya masing-masing dan pengembangannya juga sangat luas, sedangkan valuasi relatif hanya ada beberapa saja.   Nilai valuasi absolut tidak pernah sama antara seseorang dengan orang lain.

Misalnya harga wajar tanah per-100 m2 di Jakarta menurut A adalah 2.5 milyar, menurut B pantasnya adalah 4 milyar, menurut C harganya seharusnya 1 milyar saja per 100 m2. Valuasi absolut tidak pernah sama antara satu orang dengan orang lainnya.

Perhatikan Kebijakan Belanja Pemerintah

Pemerintah dan Pengusaha memang sudah sewajarnya saling koordinasi. Pemerintah menciptakan iklim usaha yang kondusif sementara para pengusaha menyerap tenaga kerja serta menggerakkan roda ekonomi.

Dampak lebih besar tentu akan dirasakan oleh perusahaan milik negara, karena setiap kebijakan yang dikeluarkan tentu akan dipatuhi oleh BUMN terlebih dahulu, baru swasta. Selain itu adapula megaproyek dengan dana luar biasa gede, dimana sedikit sekali perusahaan mampu membiayai. Misalnya infrastruktur tol atau komunikasi. Karena pemainnya tidak banyak, seandainya pemerintah menganggarkan kebijakan belanja infrastruktur tinggi atau rendah, maka perusahaan infrastruktur bisa langsung kena dampaknya. Tercipta pasar, sehingga harga saham melejit.

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

  • Nah, sekarang Anda sudah paham kan tentang hal yang anda dapatkan tentang berinvestasi atau trading! Yuk wujudkan!
  • Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari HOLIS silahkan hubungi di SINI

Butuh Konsultasi?

Hubungi Kami