Written by Astronacci, January 30, 2026
Jakarta, 30 Januari 2026 – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat koreksi tajam lebih dari 7% pada 28 Januari 2026, memicu tekanan jual di pasar saham dan mendorong terjadinya aksi panic selling di kalangan investor ritel.
Namun, kondisi tersebut telah diantisipasi oleh Prof. Gema Goeyardi, Founder & CEO Astronacci International. Melalui metode Time Trading Astronacci, ia sebelumnya menyampaikan bahwa tekanan pasar berada di fase akhir dan IHSG berpotensi menghentikan penurunan dalam waktu singkat.
Proyeksi tersebut terbukti, dengan IHSG membentuk area bottom pada 29 Januari 2026 dan berbalik menguat pada 30 Januari 2026. Sejak titik terendahnya, IHSG tercatat naik sekitar 12%.
Pemulihan IHSG turut diikuti oleh rebound pada sejumlah saham yang sebelumnya tertekan selama fase panic selling. Kondisi ini dimanfaatkan oleh trader yang menerapkan Time Trading Astronacci, di mana mereka tidak hanya mampu menjaga posisi saat pasar bergejolak, tetapi juga mulai membukukan profit seiring pembalikan arah pasar.
Prof. Gema Goeyardi menegaskan bahwa pendekatan berbasis waktu memberi keunggulan strategis bagi trader. “Time Trading tidak hanya membantu trader bertahan saat terjadi crash, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk mengambil peluang ketika pasar berbalik arah. Inilah yang membedakan trader yang panik dengan trader yang memiliki struktur", ujarnya.
Hasil tersebut tercermin dari penguatan signifikan pada berbagai saham, yang menunjukkan bahwa disiplin, pengendalian emosi, serta kesabaran menunggu momentum yang tepat memberikan dampak nyata terhadap kinerja trading.
Lebih lanjut, Prof. Gema menjelaskan bahwa tekanan psikologis kerap menjadi sumber utama kerugian investor ritel saat pasar bergerak ekstrem. “Time Trading tidak hanya membantu trader bertahan saat terjadi crash, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk mengambil peluang ketika pasar berbalik arah. Inilah yang membedakan trader yang panik dengan trader yang memiliki struktur,” ujarnya.
Sejak 31 Desember 2025, Astronacci telah memetakan potensi koreksi IHSG setelah indeks menyentuh area 9.150, dengan target penurunan minimum di kisaran 8.200. Dengan kerangka tersebut, kejatuhan pasar pada akhir Januari 2026 dipandang sebagai bagian dari siklus besar yang telah diantisipasi, bukan kejadian tak terduga.
Tekanan pasar pada 28 Januari 2026 juga bertepatan dengan siklus astrologi Mars Conjunction Pluto, yang secara historis kerap muncul di fase puncak tekanan pasar. Siklus serupa sebelumnya terjadi pada 24 Maret 2020, beriringan dengan fase akhir crash pasar global akibat pandemi COVID-19, sebelum pasar memasuki periode stabilisasi dan pembalikan arah.
Momentum ini kembali menguatkan pesan #MarketMerahIngatAstronacci, bahwa Astronacci hadir tidak hanya saat pasar bergerak normal, tetapi juga ketika pasar berada dalam tekanan tertinggi. Bagi trader yang konsisten menerapkan Time Trading Astronacci, peristiwa ini menjadi bukti bahwa strategi berbasis waktu mampu menjaga modal, menstabilkan psikologi, serta membuka peluang profit di tengah ketidakpastian pasar.