Written by Astronacci, May 12, 2026
Setelah market mengalami crash besar pada Maret 2020, tantangan berikutnya bagi trader bukan lagi sekadar “bertahan”, melainkan menentukan kapan harus mulai take profit.
Banyak trader berhasil masuk di area bawah, tapi gagal mengunci profit karena tidak tahu kapan rebound akan berhentI, terlalu cepat keluar, atau justru terlalu lama menahan posisi.
Lalu, apakah titik puncak (peak) setelah rebound bisa diprediksi sebelumnya? Mari kita lihat prediksi market JCI (IHSG) April 2020 menggunakan metode Eye of Future Astronacci!

Ilustrasi Eye of Future
(Sumber Gambar: Magnific)
Metode Eye of Future Astronacci menggabungkan dua komponen utama, yaitu:
Dengan metode ini, trader tidak hanya tahu kapan market berbalik naik, tapi juga kapan kenaikan itu berpotensi berhenti.

Setelah berhasil mengidentifikasi bottom pada 24 Maret 2020, Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi melanjutkan analisis untuk fase berikutnya, yaitu rebound, melalui YouTube Astronacci.
Beberapa poin penting dari prediksi ini adalah:
Timeline penting:
Target harga:
Insight tambahan dari analisis:
Artinya, sebelum market mencapai titik puncaknya, metode ini bisa digunakan untuk memprediksi window waktu potensi peak dan area target harga yang realistis.

Lalu, bagaimana hasilnya?
Pergerakan harga ini menunjukkan bahwa area tersebut memang menjadi titik resistance kuat, sehingga rebound mulai tertahan setelah mencapai zona tersebut.
Hal ini menegaskan bahwa timing peak berhasil diidentifikasi dengan presisi tinggi.
Analisis market JCI (IHSG) April 2020 ini akurat bukan karena kebetulan, melainkan hasil dari pendekatan:
1. Time resistance (bukan hanya support/resistance harga). Mayoritas trader hanya melihat level harga, tapi mengabaikan waktu sebagai resistance.
2. Siklus market & timing. Market tidak bergerak random, tetapi ada ritme yang bisa dipelajari.
3. Mapping scenario (primary & extension). Tidak hanya satu prediksi, tapi juga disiapkan skenario lanjutan.
4. Konsistensi dari bottom ke peak. Analisis dilakukan secara berkelanjutan, dari crash → bottom → rebound → peak
Kasus ini menunjukkan bahwa:
Dengan memahami timing, trader:
Di market yang bergerak cepat seperti saat pasca-crash, kemampuan membaca timing market menjadi kunci utama. Tidak hanya untuk menghindari risiko, tapi juga untuk mengoptimalkan profit di setiap fase market.
Jika ingin memahami cara membaca market seperti ini, dan mampu menentukan titik reversal, Anda mengikuti program CAT Institute dari Astronacci. Dapatkan pembelajaran trading private langsung dengan analis profesional.
Jadi, sudah siap memahami timing market? Pelajari metode Eye of Future Astronacci dan mulai tentukan timing entry & exit. Segera hubungi kami untuk informasi lebih lanjut!