Gold Sideways Tetap Profit 730 Pips, Ini Contoh Setup Trading!

Gold Sideways Tetap Profit 730 Pips, Ini Contoh Setup Trading!

Written by Astronacci, August 20, 2026

Pergerakan harga gold pada awal Agustus sempat berada dalam fase sideways. Meski kondisi ini membuat peluang trading lebih terbatas, A-CLUB tetap berhasil mengamankan profit 730 pips melalui sejumlah setup trading.

Lalu, bagaimana strategi yang digunakan untuk menghadapi gold sideways dan mencari momentum entry setelah breakout? Berikut strategi trading dari analis Astronacci, lengkap dengan contoh setup!

Gold Sideways dan Istilah “Kandang Babi”

Dr. Gema menggunakan istilah “kandang babi” untuk menggambarkan kondisi sideways pada gold, yaitu fase konsolidasi panjang ketika harga bergerak dalam range tertentu. 

Secara teknikal, kondisi ini dapat dikaitkan dengan base, yaitu area konsolidasi sebelum harga menentukan arah berikutnya. 

Saat gold berada dalam fase seperti ini, trader perlu lebih selektif dan tidak memaksakan entry karena pergerakan harga yang terbatas dapat meningkatkan risiko terkena cut loss. 

Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan adalah wait and see hingga gold keluar dari area konsolidasi dan memberikan momentum yang lebih jelas. 

Dalam analisis gold pada 4 Agustus, Dr. Gema memperkirakan konsolidasi dapat diikuti pergerakan sekitar 2.000 pips setelah breakout. Ia pun mengingatkan member A-CLUB untuk menunggu momentum baru sebelum kembali mencari peluang trading. 

Baca Juga: Mercury Retrograde Berakhir, Ini Outlook Harga Gold Agustus 2026!

Gold Breakout dari Sideways ke Bullish

gold breakout dari sideways ke bullish

Ilustrasi Gold Breakout dari Sideways ke Bullish

(Sumber Gambar: Magnific)

Sehari setelah analisis tersebut dirilis, gold akhirnya breakout dari fase konsolidasi. Pergerakan harga kemudian mulai berubah dari sideways menjadi bullish. Breakout ini menjadi momentum yang sebelumnya ditunggu setelah gold bergerak dalam fase konsolidasi panjang. 

Pergerakan gold setelah breakout bahkan disebut mencapai sekitar 2.800 pips. Hal ini menunjukkan bahwa fase konsolidasi yang panjang dapat diikuti oleh pergerakan harga yang cukup besar ketika breakout terjadi.

Namun, breakout saja tidak selalu cukup untuk menjadi dasar entry. Trader tetap perlu melihat kondisi tren, momentum, serta konfirmasi pada time frame yang lebih kecil untuk menentukan timing entry. 

Strategi Entry Gold Setelah Breakout

Salah satu strategi entry gold yang digunakan adalah multiple time frame analysis untuk melihat kondisi market sekaligus menentukan timing entry. 

Beberapa konfirmasi yang diperhatikan antara lain:

1. Melihat Arah Momentum pada Time Frame Besar

Time frame H4 dapat digunakan untuk melihat apakah momentum gold masih mendukung arah bullish. Salah satu indikator yang diperhatikan adalah stochastic. 

Ketika momentum mengarah ke atas dan struktur harga mendukung, trader dapat mulai mencari peluang buy pada time frame yang lebih kecil. Jika momentum belum mendukung, trader dapat menunggu hingga kondisi menjadi lebih jelas.

2. Menunggu Pullback

Setelah breakout, gold dapat mengalami pullback atau secondary movement sebelum melanjutkan tren utama. Kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk mencari area entry yang lebih baik.

Dengan menunggu harga terkoreksi menuju area tertentu, trader tidak perlu mengejar harga ketika gold sedang bergerak naik.

3. Memanfaatkan Bullish Divergence

Bullish divergence menjadi salah satu konfirmasi yang diperhatikan. Kondisi ini terjadi ketika pergerakan harga dan indikator momentum menunjukkan perbedaan arah yang dapat mengindikasikan melemahnya tekanan bearish.

Namun, divergence sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar entry. Konfirmasi dari tren, struktur harga, dan time frame lain tetap perlu diperhatikan.

4. Memperhatikan Swing Low

Ketika gold berada dalam bullish trend lalu mengalami koreksi, terbentuknya swing low dapat menjadi salah satu konfirmasi bahwa koreksi mulai menemukan pijakan. Trader kemudian dapat mencari peluang entry ketika momentum kembali mengarah ke atas.

5. Menggunakan Breakout Resistance

Selain menunggu pullback, trader dapat mempertimbangkan entry saat terjadi breakout dari resistance atau area base. 

Breakout tersebut dapat menjadi konfirmasi bahwa momentum bullish kembali menguat, terutama jika didukung oleh struktur harga dan momentum pada time frame lainnya.

Baca Juga: Cara Membaca Momentum Entry Gold agar Tidak Terjebak False Breakout

Contoh Setup Trading Gold: 730 Pips dalam 2 Minggu

contoh setup trading gold

Ilustrasi Contoh Setup Trading Gold

(Sumber Gambar: Magnific)

Dalam analisis kali ini, ada beberapa setup yang digunakan untuk memperoleh total 730 pips dalam waktu dua minggu pada periode awal Agustus. 

Berikut beberapa contoh setup trading gold:

Setup 6 Agustus: Bullish Divergence

Pada 6 Agustus, signal buy dirilis di M15 berdasarkan bullish divergence. Entry dilakukan di sekitar 4.247 setelah terbentuk swing low, dengan target sekitar 50 pips karena waktu trading sudah mendekati rilis NFP.

Gold kemudian bergerak naik hingga sekitar 4.252, sehingga target 50 pips tercapai. Setup ini menunjukkan pentingnya menyesuaikan target dengan kondisi market, terutama ketika volatilitas akibat news berpotensi meningkat.

Setup Saat NFP: Menunggu Pullback

Saat NFP, gold telah bergerak dalam bullish trend setelah breakout dari fase sideways. Konfirmasi dilihat melalui H4 untuk memastikan momentum utama masih bullish dan M15 untuk melihat pullback atau secondary movement. 

Setelah pullback terkonfirmasi, posisi buy diambil dan menghasilkan profit sekitar 350 pips. 

Setup 12 Agustus: Swing Low dan Bullish Divergence

Pada 12 Agustus, setup dicari menggunakan M5 karena market cukup volatile. Gold mengalami koreksi menuju MA 21 dan 34, kemudian membentuk swing low setelah rejection.

Momentum stochastic masih mengarah ke atas dan terdapat bullish divergence pada H4. Harga sempat bergerak sekitar 170-200 pips dari area entry, tetapi posisi akhirnya diamankan dengan profit 50 pips karena volatilitas menjelang news meningkat.

Setup 14 Agustus: Breakout Resistance Base

Pada 14 Agustus, gold berada dalam bullish trend setelah membentuk swing low dan bullish divergence pada H4. Pada time frame yang lebih kecil, harga kemudian breakout dari resistance base.

Entry buy dilakukan di sekitar 4.351, lalu posisi ditutup dengan target 200 pips di kisaran 4.371 setelah harga kembali bergerak naik.

Dari beberapa setup tersebut, terlihat bahwa entry tidak hanya ditentukan oleh satu sinyal. Tren, momentum, struktur harga, divergence, moving average, dan breakout digunakan sebagai konfirmasi untuk menyesuaikan entry dengan kondisi market dan mengelola risiko. 

Outlook Gold: Masih Bullish, tetapi Berpotensi Koreksi

Secara garis besar, gold masih memiliki kecenderungan bullish pada time frame H4, terlihat dari posisi harga yang masih berada di atas moving average. 

Namun, stochastic masih crossing down dan harga baru membentuk swing high, sehingga harga gold berpotensi mengalami koreksi atau membentuk base terlebih dahulu.

Area 4.362 menjadi support yang perlu diperhatikan. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka dengan target sekitar 4.484. Jika level ini berhasil ditembus, target berikutnya berada di sekitar 4.532.

Untuk mencari peluang entry, analis masih menunggu bullish continuation pada M15. Bullish divergence juga dapat menjadi konfirmasi tambahan sebelum mengambil posisi.

Baca Juga: Strategi Trading Gold NFP, Raih Profit Lebih dari 350 Pips!

Dapatkan Outlook Gold di A-CLUB!

Gold yang sempat bergerak sideways pada awal Agustus akhirnya breakout dan beralih bullish, membuka peluang entry dengan konfirmasi melalui multiple time frame analysis, pullback, divergence, swing low, dan breakout resistance. 

Sementara itu, gold masih berpotensi bullish selama bertahan di atas support 4.362, meski koreksi tetap perlu diperhatikan. 

Untuk mendapatkan strategi trading dan outlook gold selanjutnya, Anda dapat bergabung menjadi member A-CLUB SuperApp.

Tonton juga pembahasan selengkapnya hanya di YouTube Astronacci!

Butuh Konsultasi?

Hubungi Kami