Written by Astronacci, May 05, 2026
Ketika market merah dan IHSG terus turun, banyak trader mulai panik. Pertanyaan yang paling sering muncul, “Kapan IHSG berhenti turun?”
Dalam update terbaru, tim analis Astronacci membahas secara langsung potensi time support IHSG, skenario market selanjutnya, serta peluang di saham BBRI. Baca artikel ini untuk mengetahui selengkapnya!

Ilustrasi IHSG Turun
(Sumber Gambar: Freepik)
Sebelumnya, Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi telah memprediksi IHSG akan mengalami peak sekitar 14-15 April, sebelum akhirnya turun lagi. Dan hasilnya, market benar-benar turun tajam setelah tanggal tersebut.
Selanjutnya, penurunan ini diperkirakan masih berlanjut hingga tanggal 24-27 April (area time support). Area ini menjadi potensi penutupan gap sekaligus titik penting untuk rebound.
Baca Juga: Harga GBPJPY Berpotensi Rebound, Pola Double Bottom Mulai Terbentuk
Berdasarkan analisis, ada dua kemungkinan utama:
Intinya, area 27 April menjadi titik krusial untuk melihat apakah penurunan sudah selesai atau belum.

Ilustrasi IHSG Turun
(Sumber Gambar: Freepik)
Penurunan IHSG bukan tanpa sebab. Beberapa faktor yang memicu tekanan market:
Namun menariknya, kondisi ini belum tentu berarti market “hancur”. Bisa jadi ini hanya fase in – out – in (akumulasi ulang oleh big player).
Kondisi market IHSG saat ini disebut mirip dengan periode 2013-2015.
Ciri-cirinya:
Artinya, market tidak selalu langsung rebound, tetapi butuh waktu untuk konsolidasi.
Baca Juga: Harga Saham ARCI IJ: Reject EMA dan Siap Lanjut Naik

Ilustrasi Strategi Trading
(Sumber Gambar: Freepik)
Di kondisi seperti ini, banyak trader bingung: harus jual, hold, atau beli?
Beberapa insight penting:
Prinsip penting: “Selama tidak pakai margin berlebihan, waktu akan berpihak ke kita.”
Sementara itu, untuk saham BBRI, analisis menunjukkan bahwa harga sedang dalam fase complex correction (ABCDE pattern).
Artinya, koreksi sedang berlangsung, tetapi tren besar masih berpotensi naik.
Berikut area penting BBRI:
Jika harga saham BBRI masuk ke area ini, maka berpotensi menjadi area akumulasi kuat.
Jika skenario berjalan sesuai:
Selain itu, saham BBRI juga memberikan dividen ±9%, sehingga tetap menarik untuk jangka panjang.
Baca Juga: Harga Saham AADI IJ Bisa Sentuh Rp12,300!
Lalu, kapan market IHSG akan pulih? Ada satu insight menarik dari analisis ini, yaitu:
“Semakin banyak berita negatif, justru menandakan market sudah mendekati akhir penurunan.”
Dalam teori market, hal ini disebut fase despair (kepanikan ekstrem). Dan biasanya, setelah fase ini, market akan mulai berbalik arah. Jadi, tidak perlu terlalu panik.
Perlu diingat bahwa crash juga bagian dari siklus market. Market merah memang bikin panik, tapi bagi yang paham, siklus ini bukan ancaman, melainkan peluang. Selama Anda punya strategi, manajemen risiko, dan sabar, profit tetap bisa dikejar.
Jika ingin mendapatkan strategi trading dan manajemen risiko yang lebih terarah, Anda bisa bergabung menjadi member A-CLUB SuperApp. Dapatkan berbagai insight menarik, mulai dari analisis market hingga konsultasi portofolio.
Tonton juga analisis selengkapnya di YouTube Astronacci untuk mengetahui kapan IHSG berhenti turun serta analisis harga saham BBRI!