KENAPA BANYAK TRADER MERUGI ?

KENAPA BANYAK TRADER MERUGI ?

Written by Danuh Nuraga, December 04, 2020

Pasar Valuta asing memang dikenal sebagai tempat untuk mendapatkan keuntungan yang banyak. Namun, Banyak dari para trader kerap mengalami kerugian setelah menggunakan forex. Terbukti dengan 95 % trader mengatakan bahwa mereka selalu mengalami kerugian ketika akan melakukan sebuah trading. Setiap harinya, tidak kurang dari US$5 triliun transaksi terjadi di pasar keuangan terbesar di dunia tersebut. Berdasarkan data Bloomberg pada tahun 2014, sebanyak 68% trader forex mengalami kerugian. Lalu pertanyaannya kenapa hal ini bisa terjadi kepada trader. Secara umum para trader yang mengalami kerugian melewati beberapa fase sebelum terjadi kerugian yang besar seperti penolakan, rasionalisasi, depresi dan menerima. Berbicara faktor penolakan banyak sekali yang dihadapi karena trader tidak setuju jika dikatakan metode trading-nya belum tepat dan kerugian yang terjadi dirasakan bukan atas kekeliruannya.

 

FASE KERUGIAN TRADER


Memasuki fase rasionalisasi yang merupakan fase dimana trader kembali mengecek trading plan nya, berusaha mencari dimana letak kesalahan trading. Para trader biasanya akan Mengevaluasi apakah target profit terlalu besar atau stop loss yang terlalu dekat atau bahkan terlalu jauh. Selanjutnya fase yang tak kalah buruknya ketika trader mengalami sebuah depresi. Disini para trader mencari tahu penyebab terjadinya kerugian pada trading. Ketika trader belum menemukan masalah apa yang terjadi. Hal itu membuat trader mengalami depresi. Fase ini membuat trader bimbang terhadap hasil trading yang dialaminya. Sebagian trader mengalami kerugian yang terus menerus sehingga mengakibatkan depresi yang mengakibatkan kondisi kejiwaannya terganggu. Dan fase selanjutnya yaitu fase dimana trader menerima hasil dari kerugian. Berikut ini ada beberapa alasan kenapa trader forex seringkali merugi dalam trading forex.

 

1. TIDAK MEMPUNYAI METODE DAN STRATEGI TRADING

Saat anda masuk ke pasar forex dengan metode dan strategi yang berubah-ubah dapat dikatakan anda selalu menggunakan trading secara acak. Hal ini karena anda strategi yang tepat untuk dapat menerapkannya. Sehingga anda tidak menguasai benar strategi trading yang telah Anda pilih. Jika anda selalu menerapkan strategi yang berubah-ubah dalam melakukan metode maka kemungkinan hasil profitnya akan Fifty-Fifty. Namun, jika anda sudah mempunyai strategi dan metode yang tepat akan tetapi anda kurang menguasainya. Maka yang terjadi anda merasakan ragu ketika ingin bertindak.

 

2. TERLALU OVER TRADING 

Ada beberapa alasan yang membuat para trader over trading forex seperti Pengaruh emosi. Rasa euforia setelah profit hingga ingin membuka posisi lagi dengan cara yang sama, atau rasa ingin balas dendam setelah mengalami loss. Keduanya cenderung mengabaikan strategi trading yang telah disepakati. Selain itu, anda terlalu menggebu-gebu dalam melakukan analisa pasar yang berlebihan (over-analyzing). Over-analyzing bisa menyebabkan prediksi yang berlebihan sehingga kita cenderung untuk over trading.

 

3. TIDAK MAU MENERIMA KERUGIAN

Terkadang para trader kurang begitu maksimal dalam melakukan metode dan strategi trading. Dan hal itu membuat kecenderungan untuk melempar kesalahan kepada orang lain atau menyalahkan keadaan adalah sifat yang manusiawi. Menyalahkan broker maupun pergerakan pasar tidak akan membantu memperbaiki hasil trading kita. Jika kita entry berdasarkan rekomendasi dari broker atau konsultan trading dan ternyata hasilnya loss, itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita atas kepercayaan kita pada rekomendasi mereka. Untuk itu sebagai trader alangkah baiknya anda selalu berpikiran positif terhadap perkembangan pasar dan tidak terlalu larut terhadap kekecewaan.

 

Demikian beberapa penjelasan tentang alasan mengapa para trader banyak sekali mengalami kerugian. Saran terakhir dari kami yaitu sebaiknya anda selalu berpikiran bahwa metode yang anda gunakan itu terbaik dan selalu optimis dalam bermasyarakat di forex.

Butuh Konsultasi?

Hubungi Kami