Written by Astronacci, April 29, 2026
Banyak trader mengenal istilah Mercury Retrograde, tapi sedikit yang benar-benar memahami apa sebenarnya fenomena mercury retrograde dan bagaimana konsep ini bisa dikaitkan dengan perilaku market.
Sebagian besar orang langsung mengaitkannya dengan hal-hal negatif seperti gangguan komunikasi, error dalam keputusan, atau ketidakstabilan aktivitas. Namun dalam Astronacci Method, kita tidak berhenti di interpretasi populer tersebut. Fenomena ini juga tidak dipandang sebagai “penyebab” market bergerak, melainkan sebagai penanda waktu yang berpotensi selaras dengan perubahan perilaku kolektif pelaku pasar. Apa maksudnya?
Mari pahami lebih dalam apa itu Mercury Retrograde secara objektif, dan bagaimana cara membacanya dalam konteks market cycle dan psikologi harga.
Baca Juga: Hubungan Mercury Retrograde dan Repetisi Pola Harga
Secara astronomi, Mercury Retrograde adalah fenomena ketika planet Merkurius terlihat bergerak mundur dari perspektif bumi. Penting untuk dipahami, ini bukan benar-benar planet bergerak mundur. Ini adalah ilusi optik akibat perbedaan kecepatan orbit bumi dan Merkurius. Ini murni fenomena astronomi:
Fenomena ini terjadi sekitar 3–4 kali dalam satu tahun
Setiap periode berlangsung kurang lebih ±20 hari
Pemahaman ini penting karena menunjukkan bahwa Mercury Retrograde adalah siklus yang berulang dan terukur, bukan kejadian acak. Dan dalam konteks Astronacci, pengulangan inilah yang menjadi titik awal untuk melihat apakah ada pola waktu yang juga berulang di dalam market.
Sekarang masuk ke pertanyaan inti:
Kenapa fenomena ini sering dibahas di dunia trading, dan kenapa Astronacci method menggunakannya sebagai pendekatan untuk menganalisa perilaku market?
Jawabannya bukan karena planet memengaruhi harga market. Astronacci method tidak menggunakan asumsi seperti itu. Yang digunakan adalah cara pandang, bahwa "market bergerak dalam siklus waktu, dan dalam siklus tersebut ada fase tertentu yang cenderung lebih tidak stabil dibanding fase lainnya."
Pada fase tidak stabil ini, yang biasanya terjadi adalah:
Market belum punya arah yang jelas
Trader lebih sering berubah keputusan
Pergerakan harga jadi lebih cepat dan tidak konsisten
Volatilitas jangka pendek meningkat
Jadi yang dilihat bukan fenomena planetnya, tetapi kondisi market yang memang sering terjadi berulang di fase tertentu dalam siklus waktu. Dan dalam observasi data dan pengamatan historis, periode Mercury Retrograde sering muncul berdekatan dengan kondisi market seperti:
Pergerakan sideways yang tidak jelas
False breakout
Perubahan sentimen yang cepat
Trend jadi lebih sulit dibaca
Tapi bukan berarti Mercury Retrograde menyebabkan kondisi tersebut. Astronacci method melihat apakah ada periode waktu tertentu yang sering berulang bersamaan dengan fase market yang tidak stabil melalui:
Data historis Panjang market
Waktu kejadian swing high/low yang bisa dipetakan
Lalu diuji apakah ada pola pengulangan pada interval waktu tertentu
Untuk praktik dalam market, materi ini dapat dipelajari lebih lanjut melalui Astronacci Shop.
Dalam Astronacci Method, kita tidak menggunakan Mercury Retrograde sebagai prediksi atau sinyal buy atau sell. Yang digunakan adalah cara berpikir bahwa "Market bergerak dalam siklus waktu yang berulang, dan perilaku manusia di dalamnya juga berulang."
Artinya:
Market memiliki fase akumulasi
Market memiliki fase distribusi
Market memiliki fase ekspansi
dan market memiliki fase ketidakpastian sebelum perubahan arah
Mercury Retrograde dalam konteks ini menjadi: Penanda waktu eksternal yang sering muncul di sekitar fase transisi tersebut.
Baca Juga: Memahami Moon Declination, Lapisan Tersembunyi di Market
Untuk memahami peran Mercury Retrograde, kita harus memahami dulu fondasi Astronacci. Sistem ini dibangun dari tiga elemen utama:
Market tidak bergerak secara acak. Dalam observasi siklus, market selalu melewati fase:
Awal tren
Penguatan tren
Distribusi
Pembalikan
Konsolidasi
Yang menjadi fokus Astronacci bukan “harga akan kemana”, tetapi market sedang berada di fase siklus yang mana saat ini
Fibonacci tidak hanya digunakan pada harga. Dalam Astronacci, Fibonacci juga digunakan untuk:
Mengukur jarak waktu antar swing
Memetakan potensi titik perubahan struktur
Mengidentifikasi zona konfluensi waktu
Dengan kata lain, waktu diperlakukan sebagai variabel yang memiliki pola dan ritme, bukan sesuatu yang sepenuhnya acak. Inilah yang menjadi salah satu pembeda utama dalam pendekatan Astronacci.
Ini adalah komponen paling penting. Karena pada akhirnya:
Market digerakkan oleh keputusan manusia
Keputusan manusia dipengaruhi oleh emosi
Emosi dipengaruhi oleh ketidakpastian
Saat rasa takut meningkat, market bisa bergerak impulsif. Saat euforia mendominasi, harga bisa bergerak berlebihan. Saat kebingungan muncul, market cenderung sideways dan tidak jelas arahnya. Di sinilah volatilitas sering terbentuk.
Karena itu, Astronacci tidak hanya membaca chart, tetapi juga berusaha memahami fase psikologis yang sedang terjadi di balik pergerakan harga.
Setelah memahami tiga struktur utama tadi, posisi Mercury Retrograde menjadi lebih sederhana: bukan faktor utama, tetapi bagian dari “waktu eksternal” yang sering beririsan dengan fase psikologis tertentu di market.
Dalam observasi historis, periode ini sering berada di sekitar:
Perubahan sentimen besar
Fase konsolidasi sebelum breakout
atau transisi tren
Ini bukan hubungan sebab-akibat, tetapi pola waktu yang diamati secara berulang dalam siklus market atau market cycle.
Baca Juga: Market Psychology Cycle: Pahami Siklus 29.5 Hari untuk Membaca Ritme Sentimen Market
Saat periode Mercury Retrograde terjadi, fokus trader seharusnya bukan pada mitos atau kekhawatiran berlebihan, tetapi pada bagaimana market berperilaku di fase yang cenderung lebih sensitif dan tidak stabil.
Dalam kondisi seperti ini, trader biasanya menghadapi:
Arah harga yang kurang jelas
Volatilitas jangka pendek meningkat
False breakout lebih sering muncul
Perubahan sentimen yang cepat
Karena itu, trader perlu meningkatkan kualitas analisis dan disiplin eksekusi dengan:
Menghindari Entry Tanpa Konfirmasi
menjaga modal daripada mengejar peluang berlebihan
Fokus pada Market Timing
Menggunakan tools yang dapat membantu membaca siklus market
Karena saat market lebih noise dan sulit dibaca, trader yang hanya mengandalkan feeling biasanya lebih mudah terjebak. Sebaliknya, trader yang menggunakan sistem, data, dan framework analisis akan lebih siap menghadapi perubahan market. Jika ingin trading lebih terarah, bergabung menjadi member A-Club SuperApp. Pelajari lebih lengkap di sini.
Banyak trader masih berfokus mencari kemana harga akan bergerak berikutnya, padahal tantangan terbesar dalam market seringkali bukan hanya arah harga, melainkan memahami fase waktu, struktur pergerakan, dan psikologi yang sedang bekerja di baliknya.
Melalui tiga lapisan utama: harga, waktu, dan perilaku pasar, Astronacci method memberikan pemahaman bahwa trader seharusnya tidak sekadar bereaksi terhadap pergerakan market, tetapi belajar memahami konteks yang membentuk pergerakan tersebut.
Mercury Retrograde hanyalah salah satu contoh bagaimana faktor waktu dapat digunakan sebagai referensi tambahan untuk membaca fase market secara lebih utuh. Bukan sebagai penyebab, bukan pula sebagai sinyal instan, melainkan bagian dari kerangka analisis yang lebih luas dan terukur.
Tertarik belajar lebih lanjut? Hubungi kami untuk konsultasi trading.