MEMPELAJARI STOCK SPLIT SAHAM

Written by Karlina, October 09, 2020

Stock Split merupakan suatu aksi korperasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan terbuka untuk memecah nilai nominal saham menjadi lebih kecil dari sebelumnya dengan rasio tertentu dengan tujuan untuk membuat transaksi perdagangan saham  menjadi lebih likuid. Suatu perusahaan yang melakukan Stock Split tidak selalu harga sahamnya akan naik, karena naik turunnya suatu harga saham juga dipengaruhi oleh faktor lain baik itu dari fundamental perusahaan, maupun trend sektor dan industrinya, oleh karena itu sebaiknya telitilah terlebih dahulu sebelum Anda bertransaksi pada saham yang Stock Split.

Dampak dari proses stock split adalah harga saham yang lebih terjangkau dan peningkatan likuiditas pada transaksi saham. Ini adalah hal positif karena bisa menarik minat para investor untuk bertransaksi pada saham itu. Harga yang lebih terjangkau membuat lebih banyak investor yang mampu untuk membeli saham tersebut. Peningkatan jumlah saham yang beredar membuat likuiditas meningkat dan para investor bisa dengan lebih mudah bertransaksi.

Sebagai contoh misalkan saham ABCD berada pada level harga 40.000 per lembarnya. Dengan harga per lembar saham  yang tinggi maka tidak dapat terjangkau oleh investor yang dananya terbatas, hal ini dikarenakan untuk membeli 1 lot nya seorang investor membutuhkan dana Rp. 4 juta. Setelah saham ABCD tersebut melakukan Stock Split 1:10, maka harganya akan lebih murah dan terjangkau, dimana untuk 1 lot nya dapat dibeli dengan harga Rp. 4 ribu saham saja, Dengan begitu maka likuiditas untuk saham tersebut akan meningkat.

Beberapa Informasi yang Berhubungan dengan Stock Split yang Dilakukan Perusahaan:

  • Stock Split Ratio, atau rasio pemecahan saham, yaitu perbandingan jumlah saham baru terhadap saham lama.
  • Cumdate (RG, NG), yaitu tanggal terakhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di bursa.
  • Exdate (RG, NG) atau Splitting Date, Tanggal dimulainya perdagangan saham dengan nilai nominal baru di bursa.
  • Recording Date, Tanggal terakhir dilakukannya penyelesaian transaksi dengan nilai nominal lama.

Exdate (TN), yaitu tanggal dimulainya penyelesaian transaksi dengan nilai nominal baru dan distribusi saham dengan nilai nominal baru ke dalam rekening efek perusahaan atau efek bank kustodian di KSEI.

Tujuan Stock Split

  1. Menambah jumlah saham yang beredar agar ada lebih banyak investor yang dapat memiliki saham tersebut.
  2. Mempertahankan tingkat likuiditas saham dengan banyaknya lembar saham yang beredar.
  3. Menghindari harga saham yang terlalu tinggi sehingga memberatkan publik untuk membeli/memiliki saham tersebut.
  4. Agar investor kecil dapat membelinya setelah harganya dipecah menjadi lebih kecil.

Perusahaan sadar betul pentingnya likuiditas dalam perdagangan saham, karena sebuah saham yang kurang likuid dapat berpengaruh pada minat investor sehingga secara tidak langsung juga mempengaruhi pergerakan harga sahamnya. Karenanya perusahaan seringkali melakukan stock split untuk menambah tingkat likuiditas sahamnya. Dengan semakin banyaknya saham yang beredar, maka saham tersebut pun dapat makin aktif diperdagangkan di bursa. Penyebaran sahamnya di kalangan investor pun menjadi semakin luas. stock split pun dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

  • Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari KARLINA silahkan hubungi di SINI

Butuh Konsultasi?

Hubungi Kami