MENGAPA TRADER SERING RUGI?

MENGAPA TRADER SERING RUGI?

Written by Hadi Jumaidi, December 02, 2020

Untung dan rugi adalah bagian dari trading. Sama seperti kena pukul adalah bagian dari tinju. Anda lihat saja berapa kali seorang petinju kena pukul waktu bertanding, belum lagi waktu latihannya.Justru waktu latihannya digebukin terus, supaya tahan pukul. Setiap harinya, tidak kurang dari US$5 triliun transaksi terjadi di pasar keuangan terbesar di dunia tersebut. Berdasarkan data Bloomberg pada tahun 2014, sebanyak 68% trader forex mengalami kerugian.

Mengapa hal ini dapat terjadi? Yuk temukan jawabanya

Trading Menggunakan Emosi

Ini juga salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan trader pemula. Trading tanpa mengontrol emosi bisa membuat trader ketakutan atau malah menjadi greedy. Kesalahan ini biasa ditemukan setelah trader kalah trading dan mengalami kerugian. Trader bisa langsung kapok dan terlalu takut untuk mengambil risiko lagi, sehingga mereka mengendapkan saldonya begitu saja tanpa melakukan apa pun.

Selain terlalu takut, ada juga trader pemula yang menjadi greedy setelah kekalahan sehingga tergoda untuk melakukan revenge trading, di mana trader mencoba memulihkan kerugiannya secara agresif dan membuka posisi 2-3 lipat dari posisi yang rugi sebelumnya. Niatnya untuk mendapatkan profit semaksimal mungkin, tapi kalau harga tidak bergerak sesuai perkiraan, justru langkah ini akan membuat trader mengalami rugi yang jauh lebih besar. Tentu saja ini bukan langkah yang bijaksana.

Over Ekspektasi

Bertransaksi forex terlihat mudah dilakukan dan sederhana. Semua trader pasti tau prinsip beli di harga rendah, jual di harga lebih tinggi. Beginner’s luck adalah istilah yang menjelaskan kondisi “beruntung” pada trader pemula di transaksi-transaksi pertama nya.

Tidak jarang pemula mencoba latihan trading forex menggunakan akun simulasi dan memperoleh profit besar padahal baru beberapa minggu atau beberapa bulan selesai ikut seminar/workshop.

Trading Tanpa Perencanaan

Money management, risk management, berapa lama akan trading, jumlah modal–semua ini sangat penting untuk direncanakan sebelum mulai trading di real market. Banyak trader pemula yang mulai trading tanpa modal yang cukup, atau menggunakan seluruh tabungan mereka sebagai modal. Ingat bahwa trading adalah bisnis dengan high risk dan high return, sehingga disarankan untuk menggunakan uang “nganggur” sebagai modal.

Banyak juga trader pemula yang tidak belajar mengatur risiko dengan baik dan nekat mengambil risiko lebih tinggi dari kemampuannya. Apalagi dengan adanya fitur leverage. Jika belum terbiasa dan tidak disertai dengan risk management yang baik, leverage ini bisa menjadi pedang bermata dua bagi trader. Untuk menghindarinya, buatlah rencana trading sebelum masuk pasar, mulai dari strategi apa yang digunakan, menentukan di mana level entry, hingga di mana dan kapan akan masuk dan keluar pasar (atau stop loss dan target profit).

RECOMMENDATION FROM EXPERT:

  • Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari HADI  silahkan hubungi di SINI

Butuh Konsultasi?

Hubungi Kami