MENGENALI JENIS CHART DI PLATFORM TRADING ANDA

MENGENALI JENIS CHART DI PLATFORM TRADING ANDA

Written by Geraldo Kofit, December 07, 2020

Dalam dunia trading, pada umumnya ketika orang membicarakan analisa teknikal maka yang pertama kali muncul dalam pikiran adalah grafik (chart). Anda sebagai trader bisa memanfaatkan bantuan grafik untuk menentukan tren dan menemukan pola-pola yang berpotensi mengantarkan Anda meraih peluang untuk meraih profit yang luar biasa dan tentunya sesuai harapan. Untuk dapat mengenali peluang serta harga yang muncul saat trading futures, Anda tentu memerlukan tampilan data yang mudah dibaca serta diperbarui secara real-time. Di hampir seluruh platform trading, hal tersebut ditampilkan dalam bentuk grafik atau yang dikenal sebagai chart.

Ada 3 Chart dalam Teknikal Analisa, Yuk Kita Bahas Satu Persatu:

Line Chart

Line chart adalah salah satu jenis grafik dimana menampilkan data histori harga dari suatu pair dengan tampilan visual berupa garis. Line chart ini menghubungkan harga penutupan dan harga pembukaan dari setiap satu periode time frame. Line chart juga merupakan grafik yang paling sederhana. Seperti namanya, line chart hanya menampilkan garis yang menghubungkan harga-harga penutupan tiap sesi. Dengan demikian, Anda langsung dapat melihat tren serta gerak harga yang telah terjadi dengan melihat line chart.

Line chart digambarkan sebagai garis yang menghubungkan harga-harga penutupan. Misalnya, dalam beberapa hari berturut-turut perdagangan ditutup pada harga 100, 200, 150, 250… maka level-level harga tersebut dihubungkan dengan garis lurus.

Dengan grafik ini kita bisa melihat pergerakan harga secara umum dalam satu periode waktu tertentu. Contohnya adalah seperti ini:

Sebagai tambahan informasi, pada umumnya analis teknikal tidak menggunakan grafik garis, karena data yang bisa diambil relatif sedikit. Analisa teknikal pada umumnya lebih menyukai grafik yang bisa menampilkan data secara lengkap, dari harga pembukaan (open), penutupan (close), tertinggi (high) dan terendah (low).

Bar Chart

Bar chart sedikit lebih rumit daripada line chart. Chart jenis ini memberikan informasi mengenai harga pembukaan, penutupan, harga tertinggi dan terendah dalam satu periode waktu tertentu. Bar chart merupakan tampilan grafik yang lebih kompleks dibanding line chart. Jika pada line chart Anda hanya dapat mengetahui harga tiap sesi secara umum, maka pada bar chart, Anda dapat menemukan informasi harga pembukaan (open), tertinggi (high), terendah (low), dan harga penutupan (close).

Bentuk bar chart sendiri terlihat seperti batang atau ranting pohon dengan satu batang utama dan dua ranting di kanan kiri. Ranting di bagian kiri menandakan harga pembukaan (open) sementara ranting di bagian kanan menunjukkan harga penutupan. Ujung batang di bagian atas dan bawah masing-masing menunjukkan harga tertinggi dan terendah dalam sesi tersebut.

Secara sederhana bisa kita katakan bahwa satu bar merupakan satu periode waktu, entah itu satu bulan, satu minggu, satu hari, satu jam, atau bahkan satu menit. Tergantung pada kerangka waktu berapa lama kita plot chart tersebut. Dengan menggunakan chart ini, Anda mungkin tidak dapat langsung mengenali harga penutupan secara umum tiap sesi. Namun, informasi yang Anda dapatkan akan semakin akurat sehingga dapat memudahkan Anda melakukan analisa teknikal.

Candlestick Chart

Candlestick adalah salah satu jenis grafik harga (chart) untuk memetakan dan membaca pergerakan harga di pasar finansial secara teknikal. Saat mendengar kata "candlestick", yang muncul di pikiran kita tentu benda berbentuk silinder panjang dengan sumbu yang bisa dinyalakan untuk menerangi ruangan ketika listrik padam. Tidak sepenuhnya salah, karena nama candlestick memang berasal dari bentuknya. Namun, pengertian candlestick yang kita bicarakan disini adalah salah satu jenis grafik harga (chart) untuk menganalisa market yang dahulu ditemukan oleh Munehisa Homma.

Pada dasarnya, candlestick chart menampilkan informasi yang sama dengan bar chart, yaitu harga pembukaan, penutupan, serta harga tertinggi dan terendah yang terjadi dalam satu sesi. Namun, informasi tersebut dikemas ke dalam bentuk grafik yang lebih menarik dan mudah dikenali. Sebuah grafik candlestick memiliki dua komponen utama, yaitu badan grafik (body) dan batang atau tiang grafik (shadow) di bagian atas dan bawah body. Ujung batang atas menunjukkan harga tertinggi yang pernah dicapai di sesi tersebut, sementara ujung bawah menampilkan harga terendah. Untuk harga pembukaan dan penutupan diwakilkan oleh ukuran dan warna body.

Sebenarnya, warna grafik candlestick bisa dirubah sesuai dengan keinginan, asalkan kita mengerti cara membacanya. Banyak trader suka menggunakan warna hijau dan merah, atau lainnya. Pemahaman mengenai grafik candlestick ini akan terasah seiring berjalannya waktu kita belajar. Banyak hal yang menyebabkan candlestick banyak dipilih sebagai dasar analisa teknikal, salah satunya karena lebih menarik secara visual dibandingkan dengan diagram harga konvensional yang hanya berupa garis. Di samping itu, setiap candlestick menunjukkan pergerakan harga yang lebih mudah untuk dibaca.

RECOMMENDATION FROM EXPERT:

Jadi, artikel ini diharapkan dapat membuka pemahaman Anda mengenai chart yang ada dalam market dan menemukan chart yang paling cocok untuk digunakan dalam platform trading anda.  

Join MRG untuk dapatkan rekomendasi signal  FREE dan video-video menarik seputar trading yang SIMPLE tapi POWERFUL.

Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.

CALL atau whatsapp dan cari GERALD silahkan hubungi di +62 8788.42.50.484

Butuh Konsultasi?

Hubungi Kami