Written by Astronacci, October 15, 2026
Harga Gold sempat mengalami koreksi tajam sebelum kembali berbalik naik. Lalu, bagaimana potensi pergerakan Gold selanjutnya dan level apa saja yang perlu diperhatikan?
Dalam analisis terbarunya, Dr. Gema Goeyardi membahas pengaruh yield obligasi, pola teknikal Gold, serta siklus Venus Retrograde dan Mercury Retrograde. Baca artikel ini untuk mengetahui pembahasan selengkapnya!

Ilustrasi Harga Gold Naik
(Sumber Gambar: Magnific)
Pada 1 Oktober, Dr. Gema memberikan analisis Gold menjelang fase Venus Retrograde. Ia memperkirakan Gold akan turun terlebih dahulu sebelum berbalik naik, dan mengingatkan trader agar tidak terburu-buru melakukan short selling.
Sesuai skenario, pergerakan berikutnya menunjukkan Gold turun sekitar 940 pips dan membentuk false break, sebelum kemudian berbalik naik sekitar 1.500 pips.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa fase Venus Retrograde tidak selalu membuat Gold langsung naik. Koreksi tajam masih dapat terjadi sebelum harga melanjutkan kenaikan.
Baca Juga: Gold Turun atau False Break? Kenali 3 Sinyal Sell Ini!
Dr. Gema menyoroti kenaikan yield obligasi di sejumlah negara maju sebagai salah satu faktor yang menekan harga Gold.
Ketika imbal hasil obligasi meningkat, sebagian investor dapat mengalihkan dana dari emas ke obligasi yang menawarkan bunga. Kondisi ini berpotensi memicu tekanan jual pada Gold.
Dr. Gema juga menjelaskan hubungan antara US Dollar, US Treasury 10-Year Yield, dan Gold. Ketika yield US Treasury meningkat, US Dollar cenderung menguat dan harga Gold mengalami tekanan. Sebaliknya, ketika yield mulai melemah, harga Gold kembali menguat.
Meski demikian, hubungan tersebut tidak selalu konsisten. Pergerakan Gold tetap perlu dianalisis bersama kondisi market dan faktor ekonomi lainnya.
Baca Juga: 3 Cara Trading Gold Saat NFP, Profit 700 Pips dalam Hitungan Menit!

Ilustrasi Gold
(Sumber Gambar: Magnific)
Berdasarkan analisis teknikal, Dr. Gema memetakan kemungkinan pola ABC correction sebelum Gold kembali melanjutkan kenaikan.
Target harga yang perlu diperhatikan adalah 4.282, yakni area gap yang belum tertutup. Jika momentum bullish kembali terbentuk, level ini berpotensi menjadi sasaran kenaikan berikutnya.
Selain pola teknikal, Dr. Gema juga menyoroti rilis data CPI dan PPI pada 18 Oktober 2026 sebagai agenda yang perlu diperhatikan.
Kedua indikator inflasi AS tersebut dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed dan pergerakan US Dollar, yang turut berpotensi menambah volatilitas Gold.
Selain target kenaikan, Dr. Gema juga menetapkan 4.060 sebagai level penting untuk memantau validitas skenario.
Jika Gold menembus ke bawah level tersebut, skenario bullish perlu dievaluasi kembali. Harga berpotensi bergerak sideways dengan fluktuasi lebar.
Dalam kondisi tersebut, rentang pergerakan Gold dapat mencapai sekitar 1.500 pips, sehingga trader perlu memperhitungkan volatilitas dan risiko sebelum mengambil posisi.
Baca Juga: NFP Oktober 2026: Cara Raih Profit $5.814 dari Trading Gold!
Dr. Gema juga menyoroti dua tanggal penting di bulan Oktober yang perlu dipantau:
24 Oktober 2026: Awal fase Mercury Retrograde, yang berpotensi memicu fluktuasi tajam atau konsolidasi sebelum arah harga berikutnya menjadi lebih jelas.
29 Oktober 2026: Jadwal keputusan suku bunga FOMC yang dapat memengaruhi sentimen market dan pergerakan Gold.
Kedua tanggal tersebut merupakan bagian dari analisis time trading, bukan jaminan arah harga. Trader tetap perlu mengonfirmasi pergerakan Gold melalui chart dan perkembangan ekonomi.
Baca Juga: Kapan Harus Mengubah Posisi Trading Saat Analisis Gagal?
Berdasarkan analisis terbaru, harga Gold memiliki peluang menuju 4.282, tetapi level 4.060 perlu diperhatikan sebagai batas untuk mengevaluasi skenario bullish. Trader juga perlu mencermati volatilitas menjelang 24 dan 29 Oktober 2026.
Ingin mendapatkan update analisis harga Gold seperti ini? Yuk, gabung menjadi member A-CLUB SuperApp! Akses ke berbagai fitur menarik, mulai dari trading plan, signal trading real-time, hingga konsultasi portofolio dengan analis Astronacci!
Tonton juga pembahasan selengkapnya di YouTube Astronacci!