YUK BAHAS KESALAHAN TRADER SAAT MEMULAI TRADING 

YUK BAHAS KESALAHAN TRADER SAAT MEMULAI TRADING 

Written by Indri Dwi Sapitri, December 09, 2021

Dalam segi kehidupan apapun, kecerobahan pendatang baru yang sering membuat kesalahan akan selalu dimaklumi. Menjalani profesi sebagai trader forex pemula pun demikian. Namun tahukah Anda, jika kesalahan trader pemula sudah bisa diidentifikasi sejak dini sehingga bisa dihindari?

Pindah Ke Akun Real Sebelum Waktunya

Banyak trader forex pemula tidak betah berlama-lama di akun demo karena profit yang dihasilkan di sana tidak bisa direalisasikan. Setelah sekali dua kali untung, trader amatir seperti itu sering melakukan kesalahan trader pemula paling tipikal: terburu-buru membuka akun real hanya karena ingin mendapat keuntungan yang bisa ditarik.

Padahal, psikologi trading forex di akun demo dan real sangatlah berbeda. Belum lagi, terdapat risiko slippage dan requote broker yang tak bisa dipelajari di akun demo. Dengan semua pertimbangan itu, adalah keliru untuk menganggap bahwa apa yang terjadi di akun demo akan bisa tercermin persis di akun real. 

Situasi tersebut sebenarnya berakar dari kesalahan trader pemula yang terlalu tergesa-gesa menyudahi latihan di akun demo. Untuk bisa melanjutkan progres ke akun real, dibutuhkan paling tidak konsistensi profit selama 6 bulan di akun demo.

Tidak Punya Trading Plan

Banyak trader forex pemula belum menyadari bahwa trading tanpa rencana adalah tindakan spekulatif. Jika kemampuan spekulasinya sudah sekelas George Soros mungkin bisa dimaklumi. Namun apabila masih di newbie, kesalahan trader pemula seperti itu hanya akan menjurus pada tebak-tebakan yang tidak jauh berbeda dengan judi.

Trading plan berperan dominan untuk membantu menghindari kesalahan trader pemula. Hal itu sangat wajar, mengingat trader bisa mengatur sendiri pair yang diambil, strategi mengenali peluang, sinyal entry dan exit, hingga langkah evaluasi yang perlu diterapkan untuk memonitor perkembangan trading.

Kesalahan trader pemula yang mengabaikan pembuatan dan penerapan trading plan biasanya akan berujung pada situasi seperti ini:

- Coba-coba trading padahal sama sekali tidak menguasai apa yang akan dicoba.
- Open, hold, dan close posisi secara impulsif.
- Mudah dipengaruhi emosi saat mengambil keputusan trading forex.

Tidak Mengatur Manajemen Risiko

Siapapun yang pernah merasakan asam garam trading forex pasti tak akan menampik pentingnya manajemen risiko. Sayangnya, tidak semua trader forex pemula memahaminya, dan berakhir pada kesalahan trader pemula yang paling fatal. Mengapa bisa begitu? Pergerakan harga di pasar forex tak bisa diperkirakan secara pasti, sehingga selalu ada risiko kerugian yang mengiringi posisi trader.

Itulah tujuan utama penggunaan manajemen risiko dalam trading forex. Kesalahan trader pemula yang tidak memprioritaskan aspek ini jelas akan membuat akun mereka rentan akan risiko di pasar forex.

Tidak Mengetahui Apa Yang Diperlukan

Trading forex nyatanya memberi kesempatan luas bagi setiap orang untuk terlibat di dalamnya. Ingin menjadi trader bermodal kecil? Ada broker yang bersedia menerima deposit minim. Berencana menjadi part time trader? Pasar forex selalu buka 24 jam selama hari kerja, sehingga Anda bisa beraktivitas di luar jam kantor.

Overtrading

Pengendalian emosi bisa dilatih seiring dengan bertambahnya pengalaman trading forex. Untuk itu, cukup wajar jika kita mendapati trader forex pemula yang masih sering bertindak berdasarkan emosi sesaat. Hal inilah yang kemudian mendorongnya untuk melakukan overtrading. Kesalahan trader pemula ini sulit dideteksi gejalanya, dan baru akan terasa saat trader sudah menanggung dampak negatifnya.

RECOMMENDATION FROM EXPERT :

  • Pastikan anda Mengetahuinya dengan BACA dan PAHAMI dalam artikel ini.
  • Share artikel ini ke temanmu dan DAPATKAN FREE KONSULTASI langsung dengan Saya untuk mengenal trading lebih detail.
  • CALL atau whatsapp dan cari INDRI silahkan hubungi di SINI

Butuh Konsultasi?

Hubungi Kami