Written by Astronacci, May 12, 2026
Saat market crash seperti di tahun 2020 akibat Covid-19, mayoritas trader justru terjebak di dua kondisi, yaitu sell di titik terendah (panic selling) atau terlambat masuk saat rebound sudah terjadi.
Lalu pertanyaannya, apakah market benar-benar bisa diprediksi sebelum berbalik arah? Metode Eye of Future Astronacci mencoba menjawab pertanyaan tersebut. Mari kita lihat contoh analisis pada market JCI (IHSG) periode Maret 2020!

Ilustrasi Eye of Future
(Sumber Gambar: Magnific)
Berbeda dengan analisis teknikal pada umumnya yang fokus pada pola harga, metode Eye of Future menitikberatkan pada dua hal utama:
Melalui kombinasi siklus market, Fibonacci, dan time projection, metode ini berusaha mengidentifikasi:

Pada Maret 2020, Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi merilis research update terkait akhir market crash akibat Covid-19 melalui live YouTube Astronacci.
Dalam analisis tersebut ditegaskan bahwa 24 Maret 2020 adalah konfirmasi akhir dari fase crash (bottom zone), dengan beberapa target penurunan IHSG:
Selain itu, terdapat proyeksi ekstrem:
Artinya, sebelum market benar-benar berhenti jatuh, beliau sudah mengidentifikasi zona waktu kritis dan area potensi pembalikan.

Lalu, apa yang terjadi setelahnya?
Berdasarkan chart di atas, dapat dilihat bahwa:
Market IHSG mengalami kenaikan signifikan dengan upside +26.50% setelah titik bottom terbentuk.
Pergerakan ini menjadi salah satu reversal tercepat setelah crash besar, dan sesuai dengan time window yang sudah dipetakan sebelumnya.
Ada beberapa alasan kenapa prediksi akhir market crash JCI (IHSG) periode Maret 2020 dengan metode Eye of Future ini bisa akurat:
1. Metode ini fokus pada timing, bukan hanya harga. Sebagian besar trader hanya melihat “berapa harga turun”, bukan “kapan berhenti turun”.
2. Menggunakan siklus market. Market bergerak dalam pola berulang, termasuk fase panic → capitulation → reversal.
3. Kombinasi harga (price) dan waktu (time). Bukan hanya menentukan level harga, tapi juga kapan level itu akan terjadi.
4. Tidak reaktif terhadap berita. Saat market panik karena Covid-19, metode ini tetap berpegang pada struktur waktu yang sudah diproyeksikan.
Kasus market crash akibat Covid-19 adalah contoh nyata bahwa:
Dengan memahami timing, trader bisa:
Di tengah market dengan volatilitas tinggi, terutama saat krisis, kemampuan membaca arah dan timing market menjadi sangat krusial. Bukan hanya untuk menghindari risiko, tetapi juga untuk melihat peluang yang sering tidak terlihat oleh kebanyakan orang.
Jika Anda juga ingin memahami market seperti ini, terutama menentukan titik balik (reversal), Anda bisa mengikuti program CAT Institute dari Astronacci. Program ini menyediakan pembelajaran trading private dengan analis profesional.
Jadi, sudah siap untuk memahami timing market dan meningkatkan profit Anda? Pelajari metode Eye of Future Astronacci dan mulai tentukan timing entry & exit. Hubungi kami sekarang untuk informasi lebih lanjut!