Written by Astronacci, September 23, 2026
Fibonacci Retracement merupakan salah satu tools yang dapat digunakan trader untuk mengamati area koreksi dan potensi reversal pada pergerakan harga.
Artikel ini akan membahas angka atau level Fibonacci Retracement yang umum digunakan untuk menentukan area reversal, contoh penggunaannya di real market, serta settingan yang bisa digunakan.
Fibonacci Retracement adalah salah satu tool dalam analisis teknikal yang digunakan untuk mengidentifikasi potensi support dan resistance berdasarkan persentase tertentu dari sebuah pergerakan harga.
Sederhananya, tool ini digunakan untuk mengukur seberapa jauh harga berpotensi melakukan koreksi setelah bergerak dalam satu arah.
Dalam praktiknya, Fibonacci Retracement ditarik dari swing low ke swing high saat tren naik, atau dari swing high ke swing low saat tren turun.
Level yang dihasilkan kemudian dapat digunakan untuk mengamati area yang berpotensi menjadi tempat harga berhenti melakukan koreksi, mengalami rejection, atau melanjutkan tren sebelumnya.
Baca Juga: Cara Menarik Fibonacci Retracement yang Benar untuk Menentukan Entry

Ilustrasi Angka Fibonacci Retracement
(Sumber Gambar: AI Generate)
Beberapa angka atau level Fibonacci Retracement yang paling umum digunakan adalah:
23.6% – 38.2% – 50% – 61.8% – 78.6%
Setiap level dapat digunakan untuk mengamati kedalaman koreksi harga dan potensi respons harga di area tersebut.
Level 23.6% biasanya menjadi perhatian ketika tren sedang relatif kuat.
Jika harga hanya terkoreksi sekitar 23.6% dari pergerakan sebelumnya lalu kembali mengikuti tren, kondisi ini dapat menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi relatif terbatas.
Level ini sering relevan pada kondisi:
strong trending market
momentum yang masih tinggi
koreksi yang relatif pendek
Namun, karena retracement-nya dangkal, harga juga dapat dengan mudah menembus level ini dan melanjutkan koreksi ke level berikutnya.
Level 38.2% sering digunakan untuk mengamati retracement yang lebih dalam dibandingkan 23.6%.
Area ini dapat menjadi perhatian ketika harga mulai melakukan pullback secara normal, sementara struktur tren utamanya masih relatif terjaga.
Trader biasanya mengamati bagaimana harga bereaksi ketika mencapai level tersebut, bukan sekadar menganggap level 38.2% sebagai titik entry otomatis.
50% sebenarnya bukan angka Fibonacci murni, tetapi sering ditambahkan ke Fibonacci Retracement karena banyak trader memperhatikannya.
Secara sederhana, level ini menunjukkan area pertengahan dari sebuah pergerakan harga. Ketika harga mengalami koreksi hingga sekitar 50%, trader dapat menggunakannya sebagai salah satu referensi untuk melihat apakah pullback masih bersifat normal atau mulai menunjukkan perubahan momentum.
Level 61.8% merupakan salah satu level yang paling populer dalam analisis Fibonacci. Angka ini berasal dari Golden Ratio dan sering menjadi perhatian trader ketika mencari area potensial untuk terjadinya rejection atau reversal.
Level tersebut dapat menjadi perhatian ketika harga mulai melakukan pullback secara normal, sementara struktur tren utamanya masih relatif terjaga.
Jika sebuah tren masih memiliki struktur yang sehat, retracement menuju area 61.8% dapat menjadi salah satu zona yang menarik untuk diamati.
Namun, perlu dipahami bahwa level 61.8% bukan jaminan harga akan berbalik.
Level 78.6% merupakan retracement yang cukup dalam, sehingga ketika harga mencapai level ini, trader biasanya perlu memberikan perhatian lebih terhadap market structure.
Jika harga menembus level tersebut dengan momentum kuat, trader dapat menilai kembali apakah tren sebelumnya masih valid atau mulai mengalami perubahan.
Baca Juga: Cara Menentukan Support dan Resistance Menggunakan Swing High dan Swing Low
Tidak ada satu level Fibonacci yang selalu menjadi paling terbaik atau efektif dalam setiap kondisi market.
Namun, jika tujuan utama adalah mencari potensi reversal, area 50%-61.8% sering menjadi salah satu zona yang paling diperhatikan trader karena area tersebut mencakup retracement dari pertengahan hingga cukup dalam.
Ketika harga telah terkoreksi cukup jauh dan muncul konfirmasi reversal, area tersebut dapat menjadi salah satu referensi untuk mempertimbangkan peluang dengan risk-reward yang sesuai.
Contoh: Uptrend → harga naik → terjadi pullback → harga masuk area 50%-61.8% → muncul bullish rejection → harga kembali melanjutkan tren naik.
Dalam kondisi seperti ini, angka Fibonacci tidak digunakan sendirian. Trader dapat mencari beberapa konfirmasi tambahan, seperti:
1. Market structure: Apakah higher high dan higher low masih terbentuk?
2. Price action: Apakah muncul rejection, engulfing, atau pola candlestick lainnya?
3. Support & resistance: Apakah level Fibonacci bertepatan dengan area support/resistance sebelumnya?
4. Volume: Apakah terdapat perubahan volume ketika harga memasuki area tersebut?
5. Trend: Apakah retracement terjadi di dalam tren yang masih valid?
Dengan demikian, konsep yang lebih tepat bukan “harga pasti reversal di 61.8%”, melainkan “61.8% adalah salah satu area yang layak diamati untuk mencari konfirmasi reversal.”
Baca Juga: Cara Menggunakan Harmonic Pattern untuk Menemukan Area Entry Berkualitas

Contoh Penggunaan Fibonacci Retracement
(Sumber Gambar: Trading View)
Pada chart di atas, IHSG berada dalam bearish structure dan kemudian melakukan pullback. Fibonacci Retracement digunakan untuk mengukur area retracement dari pergerakan harga sebelumnya.
Area 50%-61.8% atau Golden Ratio menjadi salah satu area yang diperhatikan. Harga beberapa kali melakukan pullback ke area tersebut dan menunjukkan rejection, sebelum kembali melanjutkan pergerakan bearish.
Contoh ini menunjukkan bahwa level Fibonacci bukan sinyal reversal otomatis. Respons harga dan kesesuaiannya dengan struktur tren tetap perlu diperhatikan sebagai konfirmasi.
Baca Juga: Cara Menentukan Supply and Demand Zone yang Valid untuk Trading

Contoh Settingan Fibonacci Retracement
(Sumber Gambar: Trading View)
Untuk mendapatkan level-level pada chart di atas, settingan Fibonacci Retracement yang digunakan adalah 0, 0.236, 0.382, 0.5, 0.618, 0.786, dan 1.
Angka 0.5 dan 0.618 diberi penekanan sebagai area Golden Ratio, sementara angka lainnya membantu mengamati kedalaman retracement.
Namun, level-level tersebut tetap perlu dikombinasikan dengan market structure, price action, serta support & resistance untuk mendapatkan konfirmasi tambahan.
Baca Juga: Perbedaan Supply and Demand dengan Support dan Resistance dalam Trading
Fibonacci Retracement dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasi area potensial koreksi, support, resistance, dan reversal. Dari beberapa angka atau level yang umum digunakan, area 50%-61.8% paling sering menjadi perhatian ketika mencari potensi reversal.
Meski demikian, level Fibonacci tidak dapat digunakan sebagai jaminan harga akan berbalik sehingga tetap perlu dikonfirmasi dengan market structure, price action, support & resistance, volume, serta manajemen risiko.
Jika ingin memahami penggunaan Fibonacci Retracement lebih mendalam Anda dapat mempelajarinya melalui program CAT Institute Private bersama analis Astronacci.
Ingin tahu informasi selengkapnya mengenai program ini? Hubungi kami sekarang dan tingkatkan kemampuan analisis trading Anda!
Disclaimer
Konten dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak dimaksudkan sebagai rekomendasi investasi maupun ajakan untuk melakukan transaksi saham tertentu. Setiap keputusan trading dan pengelolaan risiko sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca.