IHSG Capai Target Reversal dan Naik 7%, Masih Bisa Turun Lagi?

IHSG Capai Target Reversal dan Naik 7%, Masih Bisa Turun Lagi?

Written by Astronacci, June 10, 2026

Setelah mengalami tekanan cukup panjang, IHSG akhirnya naik hingga lebih dari 7% pada 9 Juni 2026, tepat di area target reversal yang sebelumnya telah diproyeksikan oleh Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi. 

Lalu, apakah kenaikan ini menjadi tanda bahwa tren turun telah berakhir, atau justru hanya rebound sementara sebelum melanjutkan pelemahan? Baca analisis selengkapnya di sini!

IHSG Capai Target Reversal dan Naik 7% pada 9 Juni 2026

ihsg capai target reversal dan naik 7%

IHSG Naik 7% pada 9 Juni 2026

(Sumber Gambar: YouTube Astronacci)

Pada update IHSG sebelumnya, Dr. Gema memberikan prediksi bahwa IHSG berpotensi mengalami pembalikan arah (reversal) pada 9 Juni 2026 dan 15 Juni 2026.

Dan sesuai prediksi, pada 9 Juni 2026 IHSG naik hingga 7,57% dan ditutup di level 5.665, sekaligus membentuk bullish Marubozu, yaitu candle dengan body penuh yang menunjukkan dominasi pembeli sepanjang sesi perdagangan.

Kenaikan ini juga terjadi setelah IHSG menyentuh area target yang sebelumnya telah diproyeksikan, yaitu:

  • 5.241
  • 5.315
  • 5.390

Area tersebut menjadi zona support penting yang dinilai berpotensi menjadi titik reversal setelah tekanan jual yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: IHSG Reversal! Update Mei-Juni 2026, Harus Beli atau Jual Semua? 

Muncul Pola Key Reversal Bar

Selain dari sisi harga, Dr. Gema juga menyoroti terbentuknya pola key reversal bar, salah satu sinyal teknikal yang sering dikaitkan dengan perubahan arah tren.

Karakteristik pola ini antara lain:

  • harga pembukaan berada di atas penutupan hari sebelumnya
  • harga ditutup jauh lebih tinggi dibandingkan pembukaan
  • volume transaksi meningkat dibanding hari sebelumnya

Menurutnya, pola key reversal bar yang disertai peningkatan volume transaksi menjadi sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda dan kondisi market berangsur pulih.

Apakah IHSG Masih Bisa Turun?

Meski sejumlah sinyal teknikal mulai menunjukkan potensi rebound, Dr. Gema menilai bahwa pergerakan IHSG masih perlu dikonfirmasi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada 15 Juni 2026.

Menurutnya, ada dua skenario yang masih mungkin terjadi:

Skenario 1: IHSG Langsung Melanjutkan Penguatan

Dalam skenario ini, IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan secara bertahap setelah terbentuknya key reversal bar.

Jika momentum beli tetap kuat, harga berpeluang bergerak menuju area resistance berikutnya tanpa perlu menguji ulang area support.

Skenario 2: IHSG Melakukan Pullback Terlebih Dahulu

Skenario lainnya adalah IHSG mengalami koreksi jangka pendek atau pullback sebelum kembali melanjutkan kenaikan.

Selama area swing low terbaru tidak ditembus, koreksi tersebut masih dianggap sebagai bagian dari proses pembentukan tren naik yang lebih sehat.

Baca Juga: Begini Cara Dr. Gema Goeyardi Prediksi IHSG Crash dengan Metode Astronacci  

Target Harga IHSG Berikutnya

ihsg naik 7% pada 9 juni 2026

Ilustrasi Harga IHSG Bullish

(Sumber Gambar: Magnific)

Jika skenario bullish terus berkembang, Dr. Gema menyoroti beberapa area target harga yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • 6.705
  • 7.933
  • 8.700-an

Level-level tersebut menjadi area resistance yang berpotensi menjadi tujuan pergerakan harga IHSG dalam fase pemulihan berikutnya.

Baca Juga: The Untold Story di Balik Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok

Pantau Perkembangan Market IHSG dengan A-CLUB SuperApp

Kenaikan IHSG hingga lebih dari 7% pada 9 Juni 2026 menjadi sinyal awal bahwa peluang rebound mulai terbuka, tetapi pergerakan selanjutnya masih perlu dikonfirmasi, terutama pada area waktu penting 15 Juni 2026.

Oleh karena itu, trader dan investor perlu terus memantau perkembangan market serta menyiapkan strategi yang sesuai dengan berbagai kemungkinan skenario yang terjadi. 

Jika Anda ingin mendapatkan update market harian, analisis time cycle, trading plan, serta rekomendasi saham, Anda dapat bergabung menjadi member A-CLUB SuperApp.

Tonton juga pembahasan selengkapnya melalui channel YouTube Astronacci.

Butuh Konsultasi?

Hubungi Kami