The Untold Story di Balik Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok

The Untold Story di Balik Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok

Written by Astronacci, May 21, 2026

Indonesia saat ini sedang mengalami tekanan ekonomi yang cukup besar, mulai dari rupiah melemah, IHSG anjlok, hingga derasnya kritik terhadap pemerintah.

Namun, apakah semua ini murni akibat masalah internal Indonesia, atau ada faktor geopolitik? Kali ini, Dr. Gema Goeyardi dan Astronacci mencoba menghadirkan sudut pandang berbeda.

Bukan untuk membenarkan pemerintah sepenuhnya, melainkan membuka kemungkinan bahwa kondisi Indonesia saat ini memiliki kemiripan pola dengan krisis 1997-1998 era Presiden Soeharto.

Baca artikel ini untuk mengetahui the untold story di balik tekanan ekonomi Indonesia saat ini!

Penyebab Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok

rupiah melemah ihsg anjlok

Ilustrasi Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok

(Sumber Gambar: Magnific)

Dalam beberapa bulan terakhir, tekanan terhadap ekonomi Indonesia semakin terasa. Rupiah terus melemah hingga menyentuh Rp17.700 per dolar AS, sementara IHSG terus anjlok hingga Rp6.400.

Banyak pihak menilai kondisi ini dipicu oleh berbagai faktor internal, seperti:

  • polemik program MBG (Makanan Bergizi Gratis)
  • dugaan korupsi dan penyelewengan
  • kasus hukum (Nadiem Makarim) yang menjadi sorotan internasional
  • turunnya kepercayaan investor asing
  • keluarnya sejumlah saham Indonesia dari indeks MSCI

Namun menurut Dr. Gema, ada kemungkinan faktor eksternal dan geopolitik juga berperan besar dalam tekanan terhadap Indonesia saat ini.

Baca Juga: Tsunami Ekonomi Indonesia, Begini Cara Amankan Profit Anda!

Pola yang Mirip dengan Krisis 1997-1998 Era Soeharto

krisis ekonomi 1997 1998 era soeharto

Ilustrasi Krisis Ekonomi 1997-1998 Era Presiden Soeharto

(Sumber Gambar: Magnific/freepik)

Dr. Gema menyoroti adanya kemiripan pola antara kondisi saat ini dengan krisis 1997-1998 di era Presiden Soeharto.

Pada masa itu, Indonesia mengalami:

  • rupiah melemah besar-besaran
  • capital outflow
  • tekanan terhadap pasar saham
  • krisis kepercayaan
  • tekanan internasional terhadap pemerintah

Salah satu titik penting terjadi ketika Presiden Soeharto mulai menjalin kerja sama militer dengan Rusia setelah hubungan dengan Amerika Serikat memanas.

Dr. Gema menyebut, setelah langkah tersebut, tekanan terhadap Indonesia semakin besar hingga akhirnya Soeharto lengser pada 1998.

Currency Board System (CBS) dan Tekanan IMF

Salah satu bagian yang paling disorot adalah pembahasan mengenai Currency Board System (CBS).

Saat krisis 1997-1998, ekonom Steve Hanke menawarkan sistem nilai tukar tetap untuk menstabilkan rupiah. Ketika wacana itu muncul, rupiah sempat menguat signifikan.

Namun menurut Dr. Gema, pemerintah Indonesia saat itu mendapat tekanan agar tidak menggunakan sistem tersebut dan tetap mengikuti skema IMF.

Dalam video juga disebutkan adanya transkrip komunikasi antara Presiden Soeharto dan Presiden AS saat itu, Bill Clinton, terkait penolakan terhadap CBS.

Dr. Gema kemudian mengaitkan pola tersebut dengan kondisi saat ini, ketika Indonesia kembali menghadapi tekanan ekonomi di tengah upaya menjaga kedaulatan dan arah geopolitik negara.

Baca Juga: Kapan IHSG Berhenti Turun? Analisis Terbaru & Update Harga Saham BBRI

BRICS, Rusia, dan Strategi Geopolitik Indonesia

rupiah melemah ihsg anjlok

Kemiripan Pola Krisis Era Presiden Soeharto & Prabowo

(Sumber Gambar: YouTube Astronacci)

Dr. Gema juga menyoroti langkah Presiden Prabowo yang dinilai mencoba memainkan strategi geopolitik yang lebih independen.

Beberapa langkah yang dibahas antara lain:

  • bergabung dengan BRICS
  • kerja sama energi dengan Rusia
  • pembelian alat pertahanan dari Eropa
  • kerja sama militer dengan AS
  • dorongan penggunaan local currency settlement

Menurutnya, langkah-langkah tersebut membuat Indonesia mencoba berdiri lebih mandiri secara geopolitik, mirip seperti yang pernah dilakukan Soeharto di akhir masa pemerintahannya.

Namun di sisi lain, kondisi internal Indonesia yang masih memiliki banyak masalah justru membuat tekanan terhadap ekonomi menjadi semakin berat.

Tekanan Internal dan Eksternal Terjadi Bersamaan

Dr. Gema menegaskan bahwa Indonesia memang memiliki banyak kelemahan internal, mulai dari:

  • korupsi
  • lemahnya tata kelola
  • polemik hukum
  • rendahnya kepercayaan investor
  • masalah transparansi pasar modal

Namun menurutnya, tekanan terhadap Indonesia saat ini bukan hanya berasal dari dalam negeri, melainkan juga dari dinamika global dan kepentingan geopolitik yang lebih besar.

Oleh karena itu, Dr. Gema mengajak masyarakat untuk tidak hanya fokus pada kepanikan market, tetapi juga melihat kondisi secara lebih luas.

Baca Juga: Update IHSG: Time Support 18 & 20 Mei Terbukti, Market Hijau Lagi?

Gabung Member A-CLUB & Dapatkan Trading Plan

Di tengah kondisi saat ini, Dr. Gema dan Astronacci tetap percaya bahwa Indonesia masih memiliki peluang untuk bangkit. Peluang profit juga tetap ada bagi trader yang memiliki strategi dan analisis yang tepat. 

Nah, jika Anda ingin mendapatkan insight market, analisis time trading, serta trading plan yang lebih mendalam, Anda bisa bergabung menjadi member A-CLUB SuperApp

Dapatkan berbagai fitur dan insight eksklusif mulai dari market update, konsultasi portofolio, hingga strategi trading di tengah kondisi market saat ini.

Tonton juga pembahasan selengkapnya tentang the untold story di balik tekanan ekonomi Indonesia saat ini melalui channel YouTube Astronacci.

Butuh Konsultasi?

Hubungi Kami