Written by Astronacci, May 19, 2026
Saat market IHSG tiba-tiba anjlok hingga lebih dari 5%, kepanikan langsung menyebar di kalangan trader dan investor.
Bahkan mulai muncul berbagai prediksi ekstrem, mulai dari IHSG akan turun ke 4.700 hingga narasi bahwa market Indonesia sudah tidak memiliki harapan.
Semua prediksi itu mungkin saja terjadi, tetapi berapa besar probabilitasnya. Inilah yang akan dibahas oleh Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi dan tim analis Astronacci. Baca artikel ini untuk mengetahui analisis selengkapnya!
Penurunan market IHSG yang terjadi kali ini sudah diantisipasi sejak 4 Mei. Dalam update analisis IHSG sebelumnya, Dr. Gema sudah memberikan trading plan kepada member A-CLUB bahwa:
Dan pada 5 Mei, prediksi ini terbukti, IHSG mengalami rebound, baru kemudian kembali mengalami tekanan hingga akhirnya turun tepat ke area support 6.400.
Saat itu banyak yang salah memahami analisis tersebut. Sebagian mengira reversal date berarti market harus langsung bullish tanpa koreksi lagi.
Padahal dalam konsep Time Trading Astronacci, reversal date berarti market mulai membentuk titik pembalikan arah secara bertahap.
Baca Juga: Kapan IHSG Berhenti Turun? Analisis Terbaru & Update Harga Saham BBRI

Dr. Gema kembali memberikan update bahwa market IHSG memasuki reversal window berikutnya pada 18-20 Mei.
Dan saat terjadi market panic selling, IHSG benar-benar menyentuh area 6.400 pada 18 Mei, level yang sebelumnya sudah berkali-kali disebut sebagai support penting.
Dalam analisis sebelumnya juga sudah dijelaskan bahwa:
Dan saat IHSG menyentuh area tersebut, market langsung membentuk rejection kuat dengan ekor candle panjang (long tail), yang menunjukkan adanya reaksi buyer di area support.
Prediksi yang akurat ini membuat banyak member A-CLUB tetap tenang di tengah market panic karena area tersebut memang sudah dipersiapkan sebelumnya sebagai zona potensial bottom.

Ilustrasi Market IHSG Turun
(Sumber Gambar: Magnific)
Lebih lanjut, Dr. Gema juga menyoroti bahwa penurunan tajam IHSG kali ini diperparah oleh efek libur panjang market pada 14-17 Mei 2026.
Karena adanya hari libur bursa, tekanan jual yang seharusnya terbagi ke beberapa hari akhirnya “dibayar sekaligus” ketika market kembali buka.
Akibatnya, penurunan terlihat jauh lebih agresif dalam satu hari perdagangan.
Namun secara struktur, pergerakan tersebut masih berada dalam skenario yang sebelumnya sudah dipetakan.
Time support 18 Mei ini juga ini dikaitkan dengan fenomena astrologi market “Mercury Conjunct Uranus”, yang dalam statistik Time Trading sering berhubungan dengan turning point market.
Dalam metode Astronacci, market dianalisis bukan hanya dari sisi harga, tetapi juga dari sisi waktu.
Maka itu dikenal konsep support resistance harga (horizontal) dan support resistance waktu (vertical). Ketika keduanya bertemu, peluang reversal market dinilai menjadi lebih besar.
Dan menariknya, saat mendekati tanggal tersebut, IHSG memang mulai menunjukkan tanda-tanda reversal melalui:
Baca Juga: Bukan Prank, Prediksi IHSG Naik 6 Mei Terbukti, Rebound 2,95%
Dalam update market IHSG terbaru ini, Dr. Gema juga menjelaskan bahwa terdapat dua kemungkinan utama:
Skenario 1: IHSG Langsung Rebound
IHSG berhasil mempertahankan area support 6.400 lalu mulai menutup gap dan bergerak naik secara bertahap.
Skenario 2: Final Drop Sebelum Rally Besar
IHSG masih berpotensi turun untuk menutup sisa gap di area bawah sebelum akhirnya membentuk big bottom dan rally lebih besar.
Namun poin terpenting dari analisis ini adalah:
“Selama struktur besar market masih bullish, penurunan justru dianggap sebagai bagian dari proses pembentukan bottom.”
Oleh karena itu, tim analis Astronacci tetap mempertahankan outlook jangka menengah bahwa IHSG masih memiliki peluang menuju area 8.800-9.000 setelah fase koreksi selesai.
Yang membuat analisis market IHSG ini menarik tidak hanya karena berhasil memetakan area support market secara presisi, tetapi juga karena skenario penurunan hingga level 6.400 sudah dijelaskan jauh sebelum panic selling terjadi.
Bahkan saat market merah dan mayoritas trader panik, member A-CLUB justru sudah memiliki roadmap pergerakan market:
Inilah yang menjadi inti dari metode Time Trading Astronacci. Bukan sekadar menebak arah market, melainkan mencoba membaca kapan market berpotensi berubah arah melalui kombinasi antara harga dan waktu.
Baca Juga: Tsunami Ekonomi Indonesia, Begini Cara Amankan Profit Anda!
Penurunan market IHSG kali ini bukan pergerakan yang datang tanpa warning. Sejak awal Mei, Astronacci sudah memetakan area support, reversal window, hingga potensi pembentukan big bottom melalui metode Time Trading.
Nah, jika Anda juga ingin mendapatkan analisis dan roadmap market seperti ini, Anda bisa bergabung menjadi member A-CLUB SuperApp. Dapatkan berbagai insight menarik dan raih profit yang lebih optimal!
Tonton juga analisis selengkapnya di YouTube Astronacci dan jangan sampai ketinggalan update market IHSG selanjutnya!