Written by Astronacci, July 23, 2026
Sebelumnya, Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi memprediksi minggu ketiga Juli 2026 sebagai periode terbentuknya big bottom IHSG. Kini, prediksi tersebut mulai tervalidasi setelah IHSG menguat sekitar 11,46% dari titik terendahnya.
Lalu, bagaimana prediksi IHSG selanjutnya? Apakah market siap memasuki tren bullish atau masih berada dalam fase recovery? Simak analisis terbaru Astronacci berikut!

Prediksi IHSG Big Bottom
(Sumber Gambar: YouTube Astronacci)
Sejak April 2026, Dr. Gema telah membagikan roadmap IHSG melalui Eye of Future. Dalam roadmap tersebut, ia memproyeksikan bahwa minggu ketiga Juli 2026 berpotensi menjadi periode terbentuknya big bottom IHSG.
Prediksi tersebut juga didukung oleh analisis Time Support, Cluster Time, serta siklus New Moon dan Full Moon yang menurut pengalaman Master Gema memiliki probabilitas tinggi menjadi reversal point.
Memasuki periode yang telah diproyeksikan, IHSG mulai menunjukkan pembalikan arah. Dari titik terendahnya, IHSG berhasil menguat sekitar 11,46%, sementara sejumlah saham berkapitalisasi besar juga mulai mencatat kenaikan yang signifikan.
Melihat perkembangan tersebut, Dr. Gema menilai bahwa fase big bottom telah tercapai. Meski demikian, pergerakan IHSG masih memerlukan konfirmasi lanjutan sebelum benar-benar memasuki tren bullish.
Baca Juga: Prediksi IHSG 6 Juli 2026: BIg Bottom Makin Dekat?
Menurut tim analis Astronacci, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab IHSG rebound dalam beberapa minggu terakhir:
Salah satu sinyal yang menjadi perhatian adalah mulai meredanya foreign net sell, yaitu kondisi ketika nilai penjualan saham oleh investor asing lebih besar dibandingkan nilai pembeliannya.
Saat periode rebalancing MSCI, nilai foreign net sell sempat mencapai sekitar Rp11,24 triliun. Namun dalam pembaruan terbaru, angkanya turun drastis hingga di bawah Rp1 triliun.
Penurunan tersebut menunjukkan bahwa tekanan jual dari investor asing mulai berkurang. Kondisi ini menjadi indikasi bahwa money outflow atau keluarnya dana dari pasar mulai mereda, sehingga peluang masuknya aliran dana baru (money inflow) ke pasar menjadi semakin besar.

Ilustrasi Saham Big Banks Naik
(Sumber Gambar: Magnific)
Selain meredanya tekanan jual, pemulihan IHSG juga didorong oleh kembali menguatnya saham-saham perbankan berkapitalisasi besar (big banks).
Dalam beberapa pekan terakhir, saham-saham big banks mencatat kenaikan yang cukup signifikan, antara lain:
Penguatan empat saham perbankan tersebut menunjukkan bahwa aliran dana mulai kembali masuk ke saham-saham berfundamental kuat.
Mengingat sektor perbankan memiliki bobot besar terhadap IHSG, kenaikan saham big banks menjadi salah satu faktor utama yang mendorong rebound indeks dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Update Outlook IHSG Juli 2026 & Isu Frontier Market
Selain memperhatikan pergerakan IHSG, tim analis Astronacci juga memantau saham-saham yang mulai menunjukkan indikasi akumulasi oleh big money, yaitu investor atau institusi dengan dana besar yang mampu memengaruhi pergerakan harga di market.
Ketika big money mulai melakukan akumulasi, hal tersebut sering kali menjadi sinyal awal bahwa minat beli mulai meningkat, bahkan sebelum tren kenaikan terlihat jelas oleh mayoritas pelaku pasar.
Beberapa saham yang menjadi perhatian antara lain:
Dalam menentukan saham potensial, Astronacci tidak hanya mengandalkan analisis teknikal, tetapi juga mempertimbangkan berbagai faktor lain, seperti money flow, aktivitas big money, time analysis, kondisi fundamental perusahaan, hingga perkembangan makroekonomi.
Baca Juga: MSCI Ditunda Hingga November, Ini Prediksi IHSG untuk Semester II 2026!

Ilustrasi Swing Trading
(Sumber Gambar: Magnific)
Seiring berubahnya karakter market, strategi trading yang diterapkan Astronacci juga ikut menyesuaikan.
Jika sebelumnya lebih banyak berfokus pada posisi jangka panjang, kini Astronacci lebih sering memanfaatkan swing trading dengan target profit yang lebih pendek mengikuti momentum market.
Beberapa trading plan disusun dengan target keuntungan sekitar 5-6% dalam waktu 1-3 hari. Pendekatan ini dinilai lebih sesuai karena IHSG masih berada dalam fase sideways transition, sehingga volatilitas jangka pendek masih cukup tinggi.
Dengan mengambil profit secara bertahap, trader tetap memiliki peluang memanfaatkan pergerakan market tanpa harus menahan posisi terlalu lama di tengah kondisi yang belum sepenuhnya bullish.
Meski berhasil rebound dari area big bottom, tim analis Astronacci menilai struktur IHSG masih berada dalam fase sideways transition sehingga belum dapat dikatakan bullish sepenuhnya. Konfirmasi tren naik baru akan lebih kuat apabila IHSG berhasil membentuk Higher Peak.
Dalam jangka pendek, area 6.400 menjadi target terdekat. Jika level tersebut berhasil ditembus, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju 6.700 untuk menutup gap yang masih tersisa di atas.
Oleh karena itu, trader disarankan untuk tidak terburu-buru melakukan entry. Fokus pada saham-saham likuid yang didukung money flow dan memanfaatkan peluang buy on pullback apabila terjadi koreksi sehat.
Baca Juga: Roadmap Gold & Bitcoin Juli 2026: Peluang Buy Saat Mercury Retrograde?
Prediksi big bottom IHSG yang disampaikan Dr. Gema sebelumnya mulai tervalidasi. Meski demikian, IHSG masih berada dalam fase transisi sehingga trader tetap perlu mengikuti perkembangan market dan roadmap dan prediksi terbaru untuk menentukan strategi yang tepat.
Agar tidak tertinggal update prediksi IHSG, Anda dapat bergabung menjadi member A-CLUB SuperApp! Dapatkan juga analisis market harian, signal trading real time, konten edukasi eksklusif, serta trading room berbasis komunitas.
Tonton juga pembahasan lengkapnya melalui channel YouTube Astronacci!