Written by Astronacci, June 25, 2026
MSCI resmi menunda keputusan terkait status pasar modal Indonesia hingga November 2026. Kabar ini membuat banyak trader dan investor kembali mempertanyakan arah pergerakan harga IHSG selanjutnya.
Dalam analisis terbarunya, Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi membagikan time support, target koreksi, area demand, dan target gap yang perlu diperhatikan, serta prediksi untuk Semester II 2026. Simak pembahasan selengkapnya di sini!

Ilustrasi Time Support IHSG
(Sumber Gambar: Magnific)
Pada 21 Juni 2026, Dr. Gema memberikan roadmap IHSG kepada member A-CLUB Premium melalui trading strategy dan market outlook mingguan.
23 Juni 2026 → time support
Menurutnya, area waktu ini perlu diperhatikan karena berpotensi menjadi titik pantulan atau reversal berikutnya apabila IHSG masih mengalami tekanan.
Baca Juga: Begini Cara Dr. Gema Goeyardi Prediksi IHSG Crash dengan Metode Astronacci
Selain area waktu, Dr. Gema juga menyoroti area harga yang perlu diperhatikan:
Rp6.050 → target koreksi minimum
Menurutnya, apabila IHSG mengalami pelemahan, area Rp6.050 menjadi target penurunan terdekat yang perlu diperhatikan.
Rp5.792-Rp5.848 → area demand utama
Jika tekanan jual berlanjut lebih dalam, area ini menjadi zona demand yang berpotensi memunculkan buying power dan menjadi area pantulan berikutnya.
Apabila area support berhasil bertahan dan IHSG mulai rebound, Dr. Gema menyoroti area gap yang berpotensi menjadi tujuan kenaikan berikutnya.
6.705 → target gap
Menurutnya, level 6.705 menjadi target utama yang perlu diperhatikan apabila skenario bullish berkembang. Area ini juga menjadi target penutupan gap yang masih terbuka dan berpotensi menjadi resistance berikutnya bagi IHSG.
Baca Juga: Sentuh Target Support 5.398, Kapan IHSG Mulai Rebound?

Prediksi IHSG Semester II 2026
(Sumber Gambar: YouTube Astronacci)
Selain memberikan analisis time support, area demand, dan target gap, Dr. Gema juga memberikan prediksi pergerakan harga IHSG untuk semester II 2026:
Menurut Dr. Gema, fase akumulasi berpotensi diikuti oleh terbentuknya pola bullish seperti:
Pola-pola tersebut dapat menjadi sinyal awal dimulainya tren pemulihan yang lebih kuat.
Jika skenario bullish berkembang sesuai roadmap, beberapa area yang perlu diperhatikan antara lain:
Baca Juga: IHSG Capai Target Reversal dan Naik 7%, Masih Bisa Turun Lagi?

Ilustrasi MSCI Ditunda
(Sumber Gambar: Magnific)
Penundaan keputusan MSCI hingga November 2026 sempat menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi memengaruhi aliran dana asing ke pasar modal Indonesia.
Namun menurut Dr. Gema, dampaknya terhadap IHSG diperkirakan masih terbatas dan belum cukup kuat untuk mengubah roadmap market yang telah dipetakan sebelumnya.
Beberapa alasan yang mendasari pandangan tersebut antara lain:
Dengan kata lain, penundaan MSCI memang berpotensi menahan sentimen positif jangka pendek, tetapi belum tentu menghambat proses akumulasi dan pemulihan IHSG yang sedang berlangsung.
Meski demikian, trader tetap perlu memperhatikan beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi market dalam beberapa bulan ke depan, seperti konflik geopolitik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan earning season Semester I 2026.
Untuk rupiah, Dr. Gema memperkirakan pergerakannya masih berada di kisaran 17.500-17.950 dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: Rupiah Melemah Makin Bagus? Ini Sweet Spot Rupiah!
Mulai dari time support 23 Juni, area demand 5.792–5.848, hingga target gap 6.705, semuanya menjadi acuan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan skenario yang dapat terjadi di market.
Dengan roadmap yang jelas, trader dapat mempersiapkan strategi lebih baik dan tidak hanya bergantung pada sentimen jangka pendek saat mengambil keputusan trading.
Jika Anda ingin mendapatkan update market harian, analisis time cycle, trading plan, roadmap, serta rekomendasi saham, Anda dapat bergabung menjadi member A-CLUB SuperApp.
Tonton juga pembahasan selengkapnya melalui channel YouTube Astronacci.