IHSG Rebound 5,6% Sesuai Prediksi Time Support, Perhatikan Area Gap Ini!

IHSG Rebound 5,6% Sesuai Prediksi Time Support, Perhatikan Area Gap Ini!

Written by Astronacci, October 22, 2026

IHSG rebound 5,6% pada 20 Oktober 2026 setelah mengalami tekanan tajam pada dua sesi sebelumnya. Rebound ini sejalan dengan prediksi time support Dr. Gema Goeyardi. 

Lalu, bagaimana peluang pergerakan IHSG selanjutnya? Baca artikel ini untuk mengetahui analisis selengkapnya, termasuk area gap dan level penting yang perlu diperhatikan!

Prediksi Time Support IHSG 20 Oktober Terbukti

prediksi time support ihsg

Prediksi Time Support 20 Oktober 2026

(Sumber Gambar: YouTube Astronacci)

Pada 16 dan 19 Oktober 2026, IHSG mengalami tekanan jual tajam, terutama setelah MSCI mengusulkan untuk mengubah status Indonesia dari Emerging menjadi Standalone Market.

Menanggapi kondisi ini, Dr. Gema memberikan analisis dan prediksi IHSG selanjutnya. Ia memproyeksikan 20-21 Oktober sebagai potential time support, yaitu periode yang berpotensi menjadi titik balik harga.

Proyeksi tersebut mengacu pada kemiripan pola market saat Mars Trine Saturn terjadi pada 9 April 2025 dan 16 Oktober 2026. Menurut pengamatannya, kedua periode ini bertepatan dengan tekanan pasar sebelum pemulihan.

Pada April 2025, IHSG terkoreksi hingga 5.900, kemudian membentuk bottom dan rebound hingga menembus 7.000 pada periode berikutnya. Pola serupa kembali menjadi perhatian pada Oktober 2026, ketika IHSG tertekan hingga area 5.185. 

Sesuai prediksi time support, IHSG rebound 5,6% pada 20 Oktober, dengan kenaikan kumulatif sekitar 7,57% dari 19 hingga 20 Oktober.

Baca Juga: IHSG Anjlok Usai MSCI Usulkan Status Standalone, Ini Target Selanjutnya!

Area Gap IHSG 5.804, 6.231, 6.585

ihsg rebound 20 oktober 2026

IHSG Rebound 5,6%

(Sumber Gambar: YouTube Astronacci)

Setelah rebound, Dr. Gema menyoroti tiga area gap yang menjadi acuan dalam skenario pemulihan IHSG, yaitu 5.804, 6.231, dan 6.585.

Gap adalah area kosong pada grafik harga akibat perbedaan harga penutupan dan pembukaan. Harga berpotensi kembali menguji area tersebut, meski penutupan gap tidak selalu terjadi.

Menurutnya, pemulihan dapat berlangsung bertahap dan diselingi koreksi. Sebagai pembanding, pemulihan setelah gejolak perang tarif pada April 2025 membutuhkan sekitar 6-8 hari sejak fase gap terakhir yang menjadi acuannya.  

Baca Juga: MSCI Ditunda Hingga November, Ini Prediksi IHSG untuk Semester II 2026!

Skenario Pergerakan IHSG Selanjutnya

Dr. Gema memetakan dua skenario pergerakan IHSG selanjutnya:

1. Skenario bullish, probabilitas 70%

IHSG berpotensi melanjutkan pemulihan secara bertahap, diselingi koreksi kecil sebelum kembali menguat. Penutupan area gap menjadi salah satu fokus dalam skenario ini.

2. Skenario bearish, probabilitas 30%

Jika momentum pemulihan melemah, IHSG berisiko kembali terkoreksi. Dr. Gema menyebut area 4.300-an sebagai kemungkinan dalam skenario penurunan ini.

Selain itu, ia menyoroti area support 4.947-5.050 sebagai zona penting untuk mengamati respons harga setelah tekanan jual. Penyerapan tekanan jual oleh permintaan beli dapat mendukung pembalikan arah, tetapi tetap perlu dikonfirmasi melalui pergerakan harga.

Kedua probabilitas tersebut merupakan estimasi analisis, bukan jaminan arah market. Trader perlu menetapkan batas invalidasi dan cut loss apabila pergerakan IHSG tidak sesuai dengan skenario yang direncanakan.

Baca Juga: Begini Cara Dr. Gema Goeyardi Prediksi IHSG Crash dengan Metode Astronacci

Dapatkan Update Analisis IHSG di A-CLUB!

Berdasarkan analisis Dr. Gema Goeyardi, IHSG memiliki peluang melanjutkan pemulihan dengan probabilitas 70%. Namun, risiko koreksi tetap perlu diantisipasi, termasuk kemungkinan penurunan menuju area 4.300-an.

Ingin mendapatkan update analisis market seperti ini? Yuk, bergabung menjadi member A-CLUB SuperApp! Dapatkan juga akses ke fitur menarik lainnya, seperti signal trading real-time, rekomendasi saham, serta konsultasi portofolio dengan analis Astronacci.

Tonton juga pembahasan selengkapnya di YouTube Astronacci.