Written by Astronacci, July 03, 2026
Mercury Retrograde sering dikaitkan dengan meningkatnya volatilitas, munculnya false breakout, hingga perubahan sentimen market yang lebih cepat.
Meski hubungan tersebut masih menjadi perdebatan, banyak trader merasa kondisi market pada periode ini lebih menantang dibanding biasanya.
Lalu, apa itu Mercury Retrograde trading dan mengapa banyak trader menganggapnya sebagai ujian mental? Baca artikel ini untuk mengetahui selengkapnya!

Ilustrasi Mercury Retrograde
(Sumber Gambar: Magnific)
Mercury Retrograde adalah fenomena ketika planet Merkurius tampak bergerak mundur jika dilihat dari Bumi. Fenomena ini sebenarnya merupakan ilusi optik akibat perbedaan kecepatan orbit planet, bukan karena Merkurius benar-benar bergerak mundur.
Dalam astrologi, Mercury Retrograde sering dikaitkan dengan meningkatnya potensi miskomunikasi, perubahan rencana, keterlambatan, hingga munculnya berbagai situasi yang berjalan di luar ekspektasi.
Sementara itu, dalam financial astrology, pergerakan planet juga dipercaya dapat memengaruhi psikologi pelaku market. Sebagian trader menggunakan siklus astrologi sebagai salah satu referensi untuk memahami perubahan karakter market, meskipun hubungan tersebut masih menjadi perdebatan.
Baca Juga: Hubungan Mercury Retrograde dan Repetisi Pola Harga
Terlepas dari apakah Mercury Retrograde memiliki hubungan sebab-akibat dengan market trading, yang menarik justru adalah perubahan karakter market yang sering dirasakan oleh banyak trader dan investor pada fase ini.
Setup yang biasanya memiliki probabilitas tinggi tiba-tiba lebih sering gagal, harga bergerak di luar ekspektasi, dan arah tren menjadi kurang jelas. Situasi seperti ini membuat banyak trader mulai meragukan metode analisis yang selama ini mereka gunakan.
Kondisi inilah yang membuat pelaku market mempertanyakan efektivitas strategi trading yang selama ini mereka gunakan.

Mercury Retrograde Menguji Mental, Bukan Teknik Trading
(Sumber Gambar: ChatGPT)
Teknik analisis sebenarnya tidak berubah hanya karena memasuki fase Mercury Retrograde.
Indikator teknikal tetap memberikan sinyal yang sama, level support dan resistance masih berada di tempatnya, aturan manajemen risiko tetap relevan, dan trading plan yang telah disusun juga tidak mengalami perubahan.
Sebaliknya, yang sering berubah justru cara trader merespons kondisi market. Setelah mengalami dua atau tiga transaksi yang berakhir stop loss, muncul keraguan untuk mengambil peluang berikutnya.
Namun, ada pula trader yang justru menjadi terlalu agresif dengan membuka posisi secara berlebihan demi mengejar kerugian yang telah terjadi. Sebagian mulai memindahkan stop loss karena berharap harga akan berbalik, sementara yang lain melakukan entry terlalu cepat karena takut kehilangan momentum.
Semua keputusan tersebut muncul dari tekanan psikologis, bukan dari perubahan metode analisis. Akibatnya, banyak keputusan trading lebih dipengaruhi oleh emosi dibandingkan analisis yang telah disusun sebelumnya.
Baca Juga: Roadmap Gold & Bitcoin Juli 2026: Peluang Buy Saat Mercury Retrograde?
Trader profesional memahami bahwa tidak ada strategi trading yang selalu menghasilkan profit. Pasti ada periode ketika performa menurun atau mengalami drawdown.
Oleh karena itu, mereka tidak terburu-buru mengganti strategi hanya karena beberapa posisi mengalami kerugian. Sebaliknya, mereka akan mengevaluasi apakah penyebabnya berasal dari perubahan karakter market atau justru dari ketidakdisiplinan dalam menjalankan trading plan.
Saat kondisi market menjadi lebih tidak menentu, mereka tetap mengikuti trading plan, menjaga ukuran posisi tetap proporsional, mematuhi batas kerugian, dan mengevaluasi setiap transaksi secara objektif.
Saat volatilitas meningkat dan arah market menjadi kurang konsisten, fokus utama bukan mencari indikator baru atau metode yang dianggap lebih akurat, melainkan memastikan setiap keputusan tetap mengikuti trading plan yang telah dibuat.
Justru pada fase seperti Mercury Retrograde, disiplin menjadi faktor yang membedakan trader profesional dengan trader pemula yang mudah mengambil keputusan berdasarkan emosi.

Ilustrasi Mercury Retrograde Trading
Sumber Gambar: ChatGPT
Meski berada dalam fase Mercury Retrograde, trader tidak perlu berhenti melakukan transaksi.
Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain:
Baca Juga: Psikologi Trading Jadi Kunci Cuan, Ini Tips Kelola Emosi!
Mercury Retrograde dan fase astrologi lainnya tidak selalu menjadi penentu arah market, tetapi dapat menjadi salah satu referensi untuk memahami perubahan karakter market dan pentingnya menjaga disiplin dalam trading.
Jika Anda ingin memahami lebih dalam bagaimana financial astrology dapat digunakan sebagai bagian dari analisis market sekaligus membantu menyusun strategi trading yang lebih terarah, Anda dapat mengikuti program CAT Institute dari Astronacci.
Dapatkan pembelajaran langsung bersama analis profesional untuk mempelajari financial astrology, analisis market, serta penerapannya dalam trading. Hubungi kami untuk informasi selengkapnya!