Written by Astronacci, June 19, 2026
Pada analisis sebelumnya, Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi memproyeksikan bahwa IHSG berpotensi membentuk reversal pada 9 Juni 2026.
Hasilnya, prediksi tersebut benar-benar terjadi. IHSG rebound hingga sekitar 15% dari area bottom dan memberikan peluang profit pada sejumlah saham yang ikut menguat.
Lalu, setelah rebound yang cukup kuat, apakah IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan atau justru mulai memasuki fase koreksi? Simak update roadmap IHSG terbaru berikut ini.

IHSG Rebound Setelah Bottom
(Sumber Gambar: YouTube Astronacci)
Setelah IHSG berhasil reversal dari area support 5.241, 5.315, dan 5.390, dan rebound sekitar 15%, perhatian berikutnya beralih ke 15 Juni 2026.
Menurut Dr. Gema, tanggal tersebut merupakan area time resistance penting yang berpotensi menjadi titik evaluasi apakah penguatan IHSG masih dapat berlanjut atau mulai mengalami koreksi.
Dalam metode time cycle, area resistance tidak selalu berarti harga harus langsung turun. Sebaliknya, harga justru dapat tetap naik hingga mendekati area resistance tersebut sebelum muncul sinyal pembalikan atau koreksi.
Baca Juga: IHSG Capai Target Reversal dan Naik 7%, Masih Bisa Turun Lagi?
Menurut Dr. Gema, hingga saat ini belum ada konfirmasi kuat bahwa IHSG akan kembali mengalami koreksi atau penurunan besar. Ia menjelaskan bahwa trader tidak cukup hanya melihat tanggal resistance, tetapi juga harus menunggu konfirmasi dari pergerakan harga.
Beberapa sinyal yang perlu diperhatikan antara lain:
Selama konfirmasi tersebut belum muncul, maka peluang kelanjutan tren naik masih tetap terbuka.
Oleh karena itu, menurutnya trader tidak perlu terburu-buru mengambil kesimpulan bahwa market akan kembali crash hanya karena sudah memasuki area time resistance.
Baca Juga: Begini Cara Dr. Gema Goeyardi Prediksi IHSG Crash dengan Metode Astronacci

Ilustrasi Swing Low IHSG
(Sumber Gambar: Magnific)
Salah satu level yang menjadi perhatian utama Dr. Gema saat ini adalah area 6.118. Level tersebut merupakan swing low penting yang terbentuk setelah IHSG mengalami rebound dari area bottom sebelumnya.
Menurutnya, level ini dapat digunakan sebagai acuan untuk melihat apakah koreksi yang terjadi masih tergolong sehat atau justru menjadi sinyal pelemahan yang lebih dalam.
Apabila IHSG mampu bertahan di atas area tersebut, maka peluang terbentuknya struktur higher low masih tetap terjaga. Sebaliknya, jika area 6.118 berhasil ditembus ke bawah, maka peluang koreksi yang lebih dalam akan semakin besar.
Oleh karena itu, level ini menjadi salah satu area kunci yang perlu diperhatikan trader dalam beberapa waktu ke depan.
Menurut Dr. Gema, fokus utama saat ini bukan lagi mencari target kenaikan baru, melainkan mengamati apakah IHSG mampu mempertahankan struktur bullish yang terbentuk sejak reversal 9 Juni.
Ada dua skenario yang perlu diperhatikan trader dan investor:
Baca Juga: IHSG Reversal! Update Mei-Juni 2026, Harus Beli atau Jual Semua?
Rebound sekitar 15% setelah bottom 9 Juni menunjukkan bahwa peluang terbaik sering muncul ketika trader memiliki roadmap yang jelas, bukan sekadar mengikuti sentimen market.
Oleh karena itu, penting untuk terus memantau perkembangan area time resistance, support, dan level-level penting yang dapat menentukan arah IHSG berikutnya.
Jika Anda ingin mendapatkan update market harian, analisis time cycle, trading plan, serta rekomendasi saham, Anda dapat bergabung menjadi member A-CLUB SuperApp.
Tonton juga pembahasan selengkapnya melalui channel YouTube Astronacci.