Written by Astronacci, May 25, 2026
IHSG akhirnya menunjukkan tanda reversal setelah sebelumnya terus mengalami tekanan tajam dalam beberapa minggu terakhir.
Setelah sempat menyentuh area harmonic support di level 5.981, pergerakan market mulai berbalik arah.
Lalu, apakah ini awal rebound IHSG, atau market masih berpotensi turun lebih dalam? Baca artikel ini untuk mengetahui update IHSG untuk Mei-Juni 2026!

Ilustrasi Prediksi yang Akurat
(Sumber Gambar: Magnific)
Dalam update IHSG sebelumnya, Asst. Prof. Dr. Gema Goeyardi dan tim analis Astronacci telah mengingatkan bahwa IHSG masih memiliki potensi pelemahan hingga area 5.981 setelah gap market tertutup di area 6.700-an.
Menurutnya, level ini merupakan area harmonic support yang menjadi area pantulan harga.
Dan pada perdagangan terbaru, tepatnya Jumat 22 Mei 2026, IHSG benar-benar menyentuh area tersebut dengan low di sekitar 5.980 sebelum akhirnya mulai rebound dan ditutup menguat.
Hal ini membuat banyak trader mulai melihat adanya peluang IHSG reversal jangka menengah setelah tekanan besar yang terjadi sejak April 2026.
Baca Juga: The Untold Story di Balik Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok
Menurut Dr. Gema, pelemahan IHSG sebelumnya sudah mulai kehilangan momentum.
Beberapa sinyal teknikal yang menjadi perhatian antara lain:
Selain itu, candle harian mulai menunjukkan ekor bawah panjang yang menandakan adanya penolakan harga di area support tersebut.
Dr. Gema juga menyebut bahwa tekanan market saat ini dinilai sudah mulai “kehabisan bahan bakar” setelah IHSG turun sangat dalam dengan waktu relatif singkat.

Ilustrasi Prediksi IHSG Mei-Juni 2026
(Sumber Gambar: Magnific)
Berdasarkan historis, IHSG sudah beberapa kali mengalami penurunan besar, mulai dari krisis 2008, taper tantrum 2013, perlambatan global 2015, hingga pandemi Covid-19 tahun 2020.
Namun, pada akhirnya market berhasil pulih dan membentuk all-time high (ATH) baru.
Untuk IHSG periode Mei hingga pertengahan Juni 2026, Dr. Gema memprediksi kemungkinan fase akumulasi market, yaitu kondisi ketika market bergerak melemah atau sideways sebelum akhirnya memulai kenaikan baru.
Dalam teori Wyckoff maupun Dow Theory, fase ini sering menjadi area smart money mulai melakukan pembelian bertahap.
Jadi, meskipun market mulai rebound, trader tetap perlu memahami bahwa proses pemulihan biasanya tidak terjadi hanya dalam 1-2 hari.
Dr. Gema memperkirakan proses akumulasi bisa berlangsung sekitar 1-2 bulan sebelum IHSG kembali melanjutkan penguatan yang lebih besar.
Baca Juga: IHSG Naik atau Masih Turun? Cek Update Time Trading Terbaru
Setelah IHSG berhasil menyentuh area 5.981 dan muncul reversal, Dr. Gema melihat peluang rebound menuju area gap berikutnya di sekitar 6.700.
Level ini menjadi target rebound pertama yang dianggap penting karena merupakan gap mingguan yang belum tertutup.
Jika momentum rebound terus berlanjut, target berikutnya berada di area:
Meski begitu, Dr. Gema tetap mengingatkan bahwa market masih memiliki risiko volatilitas tinggi selama sentimen negatif global dan domestik belum benar-benar mereda.

Ilustrasi Beli atau Jual Semua
(Sumber Gambar: Magnific)
Menurut Dr. Gema, keputusan terbaik bukanlah panik menjual semua aset saat market sedang merah. Justru pada fase seperti inilah trader perlu lebih tenang, objektif, dan fokus pada strategi.
Namun, tentu tidak semua saham layak dibeli. Dr. Gema menyarankan untuk tetap fokus pada saham market mover dan saham dengan fundamental kuat dibanding saham “gorengan” atau saham yang minim likuiditas.
Oleh karena itu, kondisi market saat ini dinilai bukan sekadar soal panic selling, melainkan juga soal bagaimana trader menjaga psikologi trading, strategi bertahap, dan manajemen risiko untuk menghadapi peluang berikutnya.
Baca Juga: Update IHSG: Time Support 18 & 20 Mei Terbukti, Market Hijau Lagi?
Di tengah kondisi market yang tidak stabil seperti sekarang, trader tetap memiliki peluang untuk menghasilkan profit jika memiliki strategi dan analisis yang tepat.
Nah, jika Anda ingin mendapatkan insight market, trading plan, hingga update analisis IHSG dan saham potensial secara lebih mendalam, Anda bisa bergabung menjadi member A-CLUB SuperApp.
Dapatkan strategi trading yang lebih terarah bersama Astronacci agar lebih siap menghadapi kondisi market apa pun.
Tonton juga pembahasan lengkapnya melalui channel YouTube Astronacci.