Mengenal Strategi Trend Following, Sederhana Namun Abadi!

Mengenal Strategi Trend Following, Sederhana Namun Abadi!

Written by Astronacci, January 14, 2026

Apa itu strategi trend following? Jika Time Trader sudah cukup lama berkecimpung di dunia trading, mungkin Time trader pernah merasa lelah dengan strategi yang terlalu rumit, indikator yang bertumpuk, dan juga sinyal trading yang saling bertentangan. Di tengah semua itu, strategi trend following hadir sebagai pendekatan yang jauh lebih sederhana. Strategi ini mengajak Time Trader untuk melakukan satu hal yang sering diabaikan trader lainnya, yaitu mengikuti arah harga yang memang sedang berjalan. Sederhana, objektif, dan terbukti relevan di berbagai market, mulai dari forex, saham, komoditas, hingga crypto.

Baca Juga: Trend Following Trading vs Counter Trend, Kenali Bedanya!

Apa Itu Trend Following dan Kenapa Strategi Ini Bertahan Lama?

Contoh visual follow the trend dalam strategi trend following pada pergerakan Harga

Follow The Trend pada Pergerakkan Harga
(Sumber Gambar: Dokumentasi oleh Astronacci)

Strategi trend following adalah strategi trading yang berfokus mengikuti arah trend yang sudah terbentuk. Ketika harga bergerak naik dan membentuk higher high serta higher low, Time Trader hanya perlu fokus mencari peluang beli. Sebaliknya, saat harga membentuk lower low dan lower high, peluang jual menjadi lebih logis.

Strategi ini sering disebut “abadi” karena pola perilaku harga tidak pernah benar-benar berubah. Teknologi trading boleh berkembang, platform boleh berganti, tapi struktur pasar tetap sama, trend naik, trend turun, dan fase sideways.

Dengan strategi trend following, Time Trader tidak lagi perlu bertanya “harga akan ke mana?” Sebaliknya, Time trader hanya perlu bertanya: “harga sedang ke mana sekarang?” Pendekatan ini akan membantu:

  • Mengurangi bias dan opini pribadi

  • Menghindari overtrading di market sideways

  • Fokus pada pergerakan harga yang benar-benar punya arah

Cara Menentukan Trend yang Valid dalam Strategi Trend Following

Salah satu kunci keberhasilan strategi trend following adalah kemampuan untuk membedakan antara trend yang valid dan sekadar noise. Cara paling dasar yang bisa Time Trader gunakan adalah membaca market structure:

Uptrend: Harga membentuk higher high dan higher low

Ilustrasi uptrend dengan pola higher high dan higher low dalam strategi trend following

Ilustrasi Struktur Harga Uptrend
(Sumber Gambar: Dokumentasi oleh Astronacci)

Downtrend: Harga membentuk lower low dan lower high

Ilustrasi downtrend dengan pola lower low dan lower high dalam strategi trend following

Ilustrasi Struktur Harga Downtrend
(Sumber Gambar: Dokumentasi oleh Astronacci)

Namun, untuk mendapatkan gambaran yang lebih objektif, Time Trader bisa menggunakan multi time frame analysis:

  • Timeframe tinggi (HTF) untuk melihat arah trend utama

  • Timeframe rendah (LTF) untuk mencari area entry terbaik

Misalnya, Time Trader melihat trend naik di H4, lalu menunggu peluang entry di H1 atau M15.

Selain itu, breakout pada area support atau resistance penting juga bisa menjadi konfirmasi bahwa trend memang sedang berlanjut. Ingat, satu candle besar belum tentu menandakan trend baru. Trend baru dianggap valid ketika struktur harga mulai terbentuk secara konsisten.

Baca Juga: Cara Day Trading untuk Cuan Harian, Cocok untuk Pemula!

Indikator yang Mendukung Strategi Trend Following

Meskipun strategi trend following bisa diterapkan tanpa indikator, Time Trader tetap bisa menggunakannya sebagai alat bantu konfirmasi, bukan sebagai penentu utama. Beberapa indikator yang sering digunakan antara lain:

  • Moving Average (MA / EMA): MA 20, 50, atau 200 membantu Time Trader melihat arah trend secara visual. Jika harga konsisten berada di atas MA yang mengarah naik, trend cenderung bullish.

  • MACD: Cocok untuk melihat momentum dan arah pergerakan sebagai konfirmasi tambahan.

  • ADX (Average Directional Index): Membantu mengukur kekuatan trend. ADX tinggi menandakan trend cukup kuat untuk diikuti.

  • Supertrend: Indikator praktis yang memudahkan melihat perubahan arah trend secara visual.

Ingat satu hal penting, indikator tidak pernah lebih penting dari struktur harga. Dalam trend following, price action tetap menjadi fondasi utama.

Cara Praktis Menerapkan Trend Following

Agar strategi ini bisa Time Trader jalankan secara konsisten, berikut alur sederhana yang bisa diikuti:

  1. Tentukan arah trend di timeframe tinggi. Fokus pada struktur HH-HL atau LL-LH.

  2. Tunggu retracement yang sehat. Jangan entry saat harga sudah terlalu jauh. Pullback ke EMA atau area support, resistance sering kali memberi peluang terbaik.

  3. Gunakan indikator sebagai konfirmasi. Pastikan momentum masih searah dengan trend utama.

  4. Entry saat harga kembali searah trend. Biasanya setelah fase retracement selesai.

  5. Pasang stop loss yang logis. Letakkan di swing low (buy) atau swing high (sell).

Strategi trend following bisa diterapkan di hampir semua market. Prinsipnya tetap sama, ikuti arah yang jelas, hindari market sideways, dan biarkan trend bekerja.

Baca Juga: Sering Overtrade? Wajib Tahu, Emosi Bisa Hancurkan Profit!

Strategi Trend Following Bukan Soal Teknik, Tapi Konsistensi

Pada akhirnya, trend following bukan tentang seberapa sering trading dilakukan, tapi seberapa disiplin dan konsistensi Time Trader dalam mengikuti arah pasar. Strategi ini mengajarkan trader untuk lebih sabar, lebih objektif, dan tidak terpancing emosi. Dengan konsistensi yang tepat, satu trend besar saja sering kali mampu memberikan hasil yang jauh lebih signifikan dibanding puluhan trade kecil yang diambil secara terburu-buru.

Jika Time Trader ingin memahami strategi trend following dan dinamika pasar secara lebih menyeluruh, Astronacci menyediakan insight pasar, edukasi, dan pendekatan analisis yang dapat membantu membaca arah market dengan lebih jernih. Dengan pemahaman yang tepat, Time Trader tidak hanya sekedar mengikuti trend, tapi juga tahu kapan trend layak diikuti dan kapan sebaiknya menunggu.

Butuh Konsultasi?

Hubungi Kami