Update Analisis Harga Gold, Bisa Lanjut Naik ke 4.530?

Update Analisis Harga Gold, Bisa Lanjut Naik ke 4.530?

Written by Astronacci, September 23, 2026

Harga Gold kembali bergerak naik setelah sebelumnya turun lebih dari 2.700 pips pasca-keputusan FOMC. Setelah mencapai area bawah yang diperkirakan menjadi support, Gold mulai menunjukkan sejumlah sinyal bullish.

Lalu, apakah kenaikan Gold masih berlanjut dan level mana yang perlu diperhatikan? Baca artikel ini untuk mengetahui update analisis harga Gold selengkapnya!

Harga Gold Setelah FOMC

harga gold fomc

Ilustrasi Harga Gold Setelah FOMC

(Sumber Gambar: Magnific)

Harga Gold berada di sekitar level 4.397 ketika analisis dilakukan. Sebelumnya, harga mengalami tekanan setelah FOMC menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 16 September 2026, sehingga target federal funds rate berada di kisaran 3,75%-4,00%.

Menariknya, Gold tidak terus melemah setelah keputusan FOMC. Data pada 17 September menunjukkan harga Gold futures Desember ditutup di sekitar $4.399,70 per troy ounce, naik 0,3% pada hari tersebut. Spot Gold juga sempat mencapai sekitar $4.360,36 per troy ounce.

Jadi, meski sebelumnya telah melemah lebih dari 2.700 pips, harga kemudian mulai pulih setelah mencapai area bawah. Menurut Dr. Gema, Gold berpotensi bergerak sideways dalam sebuah range sebelum kembali memasuki fase trending. 

Baca Juga: Outlook Gold September: Target 4.773, Tunggu Koreksi untuk Buy!

Update Analisis Teknikal Harga Gold 

update analisis harga gold

Ilustrasi Harga Gold Bullish

(Sumber Gambar: Magnific)

Berikut update analisis teknikal harga Gold berdasarkan struktur dan pola harga yang terbentuk:

Gold Sempat Turun Sesuai Skenario Awal September 

Pada analisis Gold awal September, Gold diperkirakan turun terlebih dahulu menuju area Unfilled Order (UFO) sebelum berpotensi kembali naik. Area ini terbentuk dari candle yang meninggalkan UFO dan kemudian menjadi area support ketika harga kembali turun. 

Skenario tersebut terealisasi ketika Gold bergerak turun hingga menembus low sebelumnya, sebelum akhirnya mulai membentuk pergerakan naik. 

Pergerakan ini memberikan ruang bagi strategi swing untuk mengikuti tren dengan target yang lebih panjang, dengan hasil sekitar 1.250 pips dari empat kali trading dalam satu bulan. 

False Break Menjadi Salah Satu Sinyal Penting

Setelah turun menuju area support, Gold sempat menembus low sebelumnya tetapi kembali naik dan membentuk false break. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan jual belum cukup kuat untuk mempertahankan harga di bawah support.

Alih-alih melanjutkan penurunan, harga kembali bergerak naik dan menjadi dasar untuk melihat potensi pembalikan melalui beberapa pola teknikal berikutnya.

Double Bottom dan Divergence Mendukung Potensi Rebound

Setelah false break, Gold membentuk double bottom yang disertai divergence. Double bottom menunjukkan dua kali pengujian area bawah sebelum harga kembali naik, sementara divergence menjadi konfirmasi tambahan terhadap pelemahan momentum bearish.

Kombinasi false break, double bottom, dan divergence memperkuat indikasi bullish pada struktur Gold. Namun, bukan berarti harga akan langsung naik tanpa koreksi, sehingga retracement tetap perlu diperhatikan sebelum menentukan area entry. 

Falling Wedge dan Descending Broadening Wedge

Gold kemudian membentuk falling wedge, yaitu pola dengan pergerakan harga yang cenderung menurun dalam struktur yang semakin menyempit. Pola ini membuka peluang terjadinya breakout ke atas.

Dalam struktur yang lebih luas, terbentuk Descending Broadening Wedge (DBW) yang memberikan proyeksi potensi pergerakan Gold ke area lebih tinggi. 

Kedua pola tersebut digunakan bersama Classic Chart Pattern dan Wave Analysis untuk membaca arah pergerakan harga berikutnya. 

H4 Bullish, Entry Dicari di Time Frame Lebih Kecil

Pada time frame H4, struktur Gold menunjukkan kondisi bullish. Setelah harga bergerak naik dan melewati moving average pada time frame yang lebih kecil, entry tidak langsung diambil, tetapi menunggu secondary reaction atau retracement.

Pada M5, kondisi tersebut terlihat ketika harga keluar dari moving average, kemudian melakukan retracement sebelum kembali naik. Pergerakan ini disebut first retracement dan digunakan sebagai salah satu acuan untuk mencari entry. 

Dalam salah satu contoh transaksi yang ditunjukkan, entry dilakukan di level 4.325-4.326 dan menghasilkan sekitar 310 pips. Targetnya sekitar 180 pips, sementara sebagian posisi dikelola hingga sekitar 500 pips. 

Baca Juga: Gold Sideways Tetap Profit 730 Pips, Ini Contoh Setup Trading!

Berapa Target Harga Gold Selanjutnya?

Setelah Gold membentuk struktur bullish, beberapa level harga menjadi perhatian berikutnya: 

Dalam analisis ini, ada beberapa level yang disebutkan:

  • 4.397: area harga Gold saat analisis dilakukan

  • 4.415-4.430: area kenaikan awal

  • 4.455: area resistance berikutnya

  • 4.530: target dari proyeksi pola DBW 

Jika momentum bullish berlanjut dan struktur harga tetap mendukung, Gold berpotensi bergerak melewati resistance tersebut hingga menuju area 4.530. 

Baca Juga: 3 Cara Trading Gold Saat NFP, Profit 700 Pips dalam Hitungan Menit!

Dapatkan Update Analisis Harga Gold di A-CLUB!

Gold mulai menunjukkan struktur bullish setelah membentuk false break, double bottom, divergence, serta breakout dari beberapa pola chart. Selama momentum dan struktur harga tetap mendukung, Gold berpotensi melanjutkan kenaikan.

Ingin mendapatkan update analisis market seperti ini? Yuk, bergabung menjadi member A-CLUB SuperApp dan dapatkan akses ke berbagai fitur menarik lainnya, seperti trading plan dan konsultasi portofolio dengan analis Astronacci.

Tonton juga pembahasan selengkapnya di YouTube Astronacci!