Written by Astronacci, August 27, 2026
IHSG kembali bergerak sideways setelah sebelumnya mengalami koreksi minor, sementara struktur jangka menengah masih menunjukkan potensi bullish.
Di sisi lain, pergerakan rupiah juga menjadi perhatian karena keduanya memiliki keterkaitan terhadap kondisi pasar saham Indonesia.
Lalu, bagaimana roadmap IHSG dan rupiah selanjutnya? Berikut outlook terbaru untuk September-Oktober 2026!

Ilustrasi IHSG Sideways
(Sumber Gambar: Magnific)
Setelah sebelumnya diproyeksikan menuju area 6.705, IHSG mengalami koreksi minor, yang berlangsung dalam pola piano, yaitu kondisi ketika harga bergerak sehari merah, kemudian hijau, lalu kembali merah dan hijau.
Pergerakan tersebut masih dianggap sebagai bagian dari corrective wave atau secondary reaction dalam struktur pergerakan IHSG.
Dengan demikian, sideways tidak selalu berarti tren bullish telah berakhir. Selama struktur harga masih mendukung dan target atas tetap terbuka, fase koreksi dapat menjadi bagian dari proses sebelum IHSG melanjutkan pergerakannya.
Dalam analisis kali ini, Dr. Gema Goeyardi memberikan roadmap IHSG dan proyeksi pergerakannya hingga September-Oktober 2026.
Dr. Gema menunjukkan proses bottoming yang mulai terbentuk pada Juni, kemudian berlanjut menjadi fase akumulasi pada Juli. Setelah itu, IHSG mulai merangkak naik, tetapi masih berada dalam proses akumulasi besar.
Target pertama IHSG berada di 6.705. Sementara itu, terdapat gap di sekitar 6.186 yang masih belum ditutup dan perlu diperhatikan apabila IHSG mengalami koreksi.
Selama struktur tersebut masih bertahan, outlook bullish tetap dipertahankan. Fokus berikutnya adalah melihat apakah proses akumulasi akan diikuti breakout menuju 6.705.
Baca Juga: Begini Cara Dr. Gema Goeyardi Prediksi IHSG Crash dengan Metode Astronacci

Ilustrasi Saham-Saham Big Caps
(Sumber Gambar: Magnific)
Sementara itu, sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps) atau market mover mulai membentuk base dan memperlihatkan pola rally-base. Base menjadi area yang perlu diperhatikan sebelum potensi breakout dan rally berikutnya.
Jika saham-saham tersebut berhasil breakout dan melanjutkan rally secara bersamaan, pergerakannya berpotensi menjadi pendorong bagi IHSG untuk melanjutkan kenaikan. Dr. Gema menyebutkan bahwa sekitar 65-70% saham telah siap melanjutkan rally.
Jadi, selain pergerakan indeks, saham-saham big caps atau market mover juga menjadi perhatian dalam melihat potensi kenaikan IHSG berikutnya.
Baca Juga: MSCI Ditunda Hingga November, Ini Prediksi IHSG untuk Semester II 2026!

Ilustrasi Outlook Rupiah September-Oktober
(Sumber Gambar: Magnific)
Selain IHSG, rupiah menjadi bagian penting dalam outlook karena pergerakannya berkaitan dengan kondisi pasar saham Indonesia.
Dalam analisis sebelumnya, rupiah diproyeksikan menuju Rp18.200 dan level tersebut kemudian tercapai sebelum mengalami koreksi.
Menurut Dr. Gema, rupiah berpotensi menguat ke area Rp17.400-Rp17.500 sebagai target pertama. Jika penguatan berlanjut, area sekitar Rp17.000 menjadi target berikutnya sebelum rupiah kembali berpotensi melemah.
Dengan demikian, pergerakan rupiah saat ini masih dipandang sebagai bagian dari struktur A-B-C, sebelum kembali melanjutkan arah pergerakan berikutnya.
Baca Juga: Rupiah Melemah Makin Bagus? Ini Sweet Spot Rupiah!
Pergerakan IHSG dan rupiah menjadi perhatian bersamaan karena keduanya merupakan bagian dari gambaran pasar saham Indonesia.
IHSG masih berada dalam fase sideways dan akumulasi, tetapi struktur higher low serta base pada sejumlah saham big caps dan market mover membuat outlook bullish tetap terbuka.
Target pertama IHSG untuk September-Oktober berada di 6.705, sementara rupiah berpotensi mengalami koreksi ke area Rp17.400-Rp17.500 sebelum kembali bergerak naik.
Ingin mendapatkan update IHSG, rekomendasi saham, trading plan, dan outlook market secara lebih detail, Anda dapat bergabung menjadi member A-CLUB Premium!
Tonton juga analisis selengkapnya di YouTube Astronacci!