Written by Astronacci, October 01, 2026
Target gap IHSG 6.186 yang sebelumnya diproyeksikan kini telah tercapai. Memasuki Oktober 2026, tekanan bearish masih perlu diwaspadai, tetapi peluang reversal juga tetap terbuka.
Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan untuk membaca pergerakan IHSG di Oktober? Baca artikel ini untuk mengetahui analisis dan prediksi selengkapnya!

Target Gap IHSG Tercapai
(Sumber Gambar: Trading View)
Pada analisis IHSG sebelumnya, Dr. Gema Goeyardi memprediksi adanya potensi IHSG bergerak melemah menuju gap di level 6.186. Proyeksi ini didasarkan pada price action, Fibonacci, dan struktur pergerakan IHSG.
Setelah sempat mencapai 6.705 pada 9 September, IHSG membentuk pola pennant yang memberikan indikasi potensi breakout ke bawah dengan probabilitas sekitar 65%.
Pasca-breakout, IHSG kemudian bergerak menuju gap 6.186 yang sebelumnya diproyeksikan sebagai salah satu area tujuan. Kemudian gap tersebut akhirnya tercapai pada 28 September.
Baca Juga: Menteri Keuangan Purbaya Diganti Suahasil, IHSG Koreksi Lagi?
Pelemahan IHSG tidak hanya dipengaruhi oleh faktor teknikal. Beberapa kondisi makro dan aliran dana turut memberikan tekanan terhadap pasar.
Salah satu faktor utama adalah foreign outflow yang berlangsung sekitar satu minggu, diperkirakan telah mencapai sekitar Rp3,16 triliun.
Tekanan tersebut terutama terlihat pada saham-saham berkapitalisasi besar sehingga ikut memengaruhi pergerakan IHSG.
Sementara itu, rupiah kembali bergerak melemah ke 18.000-an. Kondisi ini menjadi perhatian karena pelemahan rupiah dapat memberikan tekanan tambahan terhadap pasar saham.
Pergerakan harga USD/IDR juga menjadi salah satu indikator yang perlu dipantau untuk melihat kondisi pasar dalam jangka pendek.
Selain itu, kondisi suku bunga global dan likuiditas yang semakin ketat turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Ketika suku bunga AS berada pada level yang lebih menarik, aliran dana dapat berubah dan memberikan tekanan terhadap emerging market seperti Indonesia.
Kenaikan suku bunga Jepang juga menjadi perhatian karena dapat memengaruhi arus dana dan strategi carry trade di pasar global.
Baca Juga: Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.775, Apa Dampaknya terhadap IHSG?

Ilustrasi Prediksi IHSG Oktober
(Sumber Gambar: Magnific)
Setelah mencapai target gap 6.186, perhatian berikutnya beralih pada gap lain di sekitar 6.590-an dan 6.232-an. Area tersebut perlu diperhatikan untuk melihat apakah IHSG masih melanjutkan pelemahan atau mulai menunjukkan tanda-tanda reversal.
Jika tekanan bearish berlanjut dan support kembali mengalami breakdown, IHSG berpotensi terkoreksi sekitar 2%. Namun, penurunan belum disertai volume yang signifikan, sehingga momentum bearish mulai kehilangan energi dan membuka peluang terjadinya rebound.
Selain level harga, minggu pertama Oktober 2026 menjadi salah satu periode yang perlu diperhatikan sebagai time support yang berpotensi memunculkan reversal.
Dengan demikian, IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi pada Oktober, tetapi peluang reversal tetap terbuka jika tekanan bearish mulai melemah dan muncul konfirmasi pembalikan.
Baca Juga: Begini Cara Dr. Gema Goeyardi Prediksi IHSG Crash dengan Metode Astronacci
Dengan kondisi market yang dinamis, trader perlu mengikuti perubahan arah dan momentum market untuk melihat peluang sekaligus mengantisipasi risiko.
Ingin mendapatkan update analisis IHSG untuk memaksimalkan peluang di bulan Oktober? Yuk, gabung menjadi member A-CLUB SuperApp!
Dapatkan akses ke berbagai fitur menarik, seperti trading plan, signal trading real-time, hingga konsultasi portofolio dengan analis Astronacci!
Tonton juga pembahasan selengkapnya di YouTube Astronacci!