Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.775, Apa Dampaknya terhadap IHSG?

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.775, Apa Dampaknya terhadap IHSG?

Written by Astronacci, October 01, 2026

Setelah sempat menguat ke level 17.400-17.500, apakah rupiah masih bisa melemah dan seberapa besar dampaknya terhadap IHSG?

Dr. Gema Goeyardi melihat sejumlah level dan indikator yang perlu diperhatikan untuk membaca potensi pergerakan rupiah berikutnya. Menariknya, beberapa target yang dibahas dalam analisis sebelumnya telah terealisasi.

Lalu, ke mana arah pergerakan rupiah selanjutnya? Baca artikel ini untuk mengetahui analisis selengkapnya!

Rupiah Sempat Menguat ke 17.400-17.500

dampak rupiah melemah terhadap ihsg

Ilustrasi Rupiah Menguat

(Sumber Gambar: Magnific)

Pada analisis 21 Agustus 2026, Dr. Gema menganalisis harga USD/IDR menggunakan pola ABC correction. Dari pola ini, rupiah diproyeksikan menguat hingga area 17.400-17.500, dan target tersebut kemudian tercapai.

Pergerakan ini juga menjadi salah satu referensi dalam membaca kondisi IHSG. Ketika rupiah menguat, IHSG ikut mendapatkan momentum positif sehingga muncul peluang untuk melakukan akumulasi pada sejumlah saham.

Namun, setelah target tersebut tercapai, analisis berikutnya justru menunjukkan adanya potensi pelemahan rupiah.

Baca Juga: The Untold Story di Balik Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok

Rupiah Berpotensi Melemah ke 18.775

Menariknya, potensi pelemahan rupiah menuju 18.775 sudah dibahas sejak analisis 6 Juni 2026. Saat itu, Dr. Gema memproyeksikan harga USD/IDR berpotensi naik menuju 18.775, meski masih ada kemungkinan koreksi sebelum melanjutkan kenaikan.

Target tersebut kemudian diperkuat oleh Fibonacci 1.618 yang menunjukkan level sekitar 18.643. Dengan demikian, area 18.643-18.775 menjadi zona yang perlu diperhatikan. 

Selain itu, time frame weekly USD/IDR juga masih menunjukkan bullish continuation, disertai rejection pada EMA 34 dan bullish divergence, sehingga skenario pelemahan rupiah tetap terbuka.

Baca Juga: Rupiah Melemah Makin Bagus? Ini Sweet Spot Rupiah!

Faktor yang Berpotensi Membuat Rupiah Melemah

Pelemahan rupiah tidak hanya berkaitan dengan kondisi domestik. Dalam analisis kali ini, faktor eksternal justru menjadi salah satu perhatian utama.

1. Penguatan Dolar AS

DXY menunjukkan potensi penguatan setelah membentuk double bottom dan mengalami breakout. Area 104,5-105 menjadi resistance yang diperhatikan. Jika dolar AS kembali menguat, tekanan terhadap rupiah dapat meningkat.

2. US Treasury Yield Meningkat

US 10-Year Treasury yield disebut telah mencapai 5,11%, naik dari sekitar 4,9% sebelumnya. Kenaikan yield dapat meningkatkan daya tarik aset AS dan mendorong aliran dana dari emerging market.

Di sisi lain, suku bunga Indonesia disebut tetap berada di 5,75%. Ketika yield AS meningkat sementara suku bunga domestik tetap, perubahan selisih imbal hasil dapat memengaruhi daya tarik relatif aset Indonesia dan berpotensi menambah tekanan terhadap rupiah. 

Dampak Pergerakan Rupiah terhadap IHSG

dampak rupiah melemah terhadap ihsg

Ilustrasi Pergerakan Rupiah & IHSG

(Sumber Gambar: Magnific)

Dalam analisis kali ini, perbandingan harga USD/IDR dengan IHSG Composite menunjukkan adanya korelasi bahwa ketika rupiah menguat, IHSG cenderung mendapatkan dukungan, sementara pelemahan rupiah dapat memberikan tekanan. 

Namun, bukan berarti jika rupiah melemah, IHSG pasti turun. Salah satu contohnya terjadi pada 2025, ketika rupiah melemah, IHSG justru sempat menguat hingga mencapai all-time high.

Artinya, arah IHSG juga turut dipengaruhi oleh faktor lain, terutama money flow dan sentimen pasar. Selama aliran dana dan sentimen masih mendukung, IHSG tetap memiliki ruang untuk bergerak positif meskipun rupiah berada di bawah tekanan.

Baca Juga: Begini Cara Dr. Gema Goeyardi Prediksi IHSG Crash dengan Metode Astronacci

Temukan Peluang Trading Saat Market Merah!

Salah satu insight menarik dari analisis kali ini adalah melihat peluang trading di tengah market yang sedang tertekan.  

Ketika IHSG mulai mengalami recovery, tim analis menyebutkan beberapa saham, seperti DEWA dan PSAB yang sempat mencatat kenaikan sekitar 4%. BRPT juga disebut sebagai salah satu saham yang masuk dalam aktivitas trading. 

Namun, tidak semua posisi menghasilkan keuntungan. Salah satu contoh yang disebut adalah saham ASII yang mengalami cut loss.

Ingin menemukan peluang trading saat market merah dan mendapatkan analisis market seperti ini?

Yuk, gabung menjadi member A-CLUB SuperApp dan dapatkan akses ke berbagai fitur menarik, seperti trading plan, signal trading real-time, hingga konsultasi portofolio dengan analis Astronacci!

Tonton juga pembahasan selengkapnya di YouTube Astronacci!