Sebagian investor dan trader, terlebih lagi mereka yang baru saja menyelami bisnis jual-beli saham mungkin masih menganggap membaca laporan keuangan itu susah. Mereka malas untuk memahami perlunya mengetahui mana saham yang secara value masih murah, ataupun mengetahui kinerja perusahaan ini atau itu bagus atau tidak. Padahal, saat kita mengalokasikan dana untuk investasi atau dalam praktiknya kita membeli saham, kita harus tahu informasi yang berkaitan dengan perusahaan yang akan kita beli sahamnya. Sehingga, kelak pembelian saham yang kita lakukan tidak seperti “membeli kucing dalam karung.”
Read MoreSebagaimana sudah kita ketahui, saham-saham yang terdaftar di bursa efek memiliki “indeks”-nya sendiri. Bursa sendiri membaginya menjadi beberapa indeks yaitu Indeks Harga Saham Gabungan, Indeks Sektoral, Indeks LQ45, Jakarta Islamic Indeks, Indeks KOMPAS100, Indeks Bisnis-27, Indeks PEFINDO25, Indeks SRI-KEHATI, Indeks Saham Papan Utama & Indeks Papan Pengembangan, serta Indeks Individual.
Read MorePernah gak sih terfikir oleh kita “coba ya, ada fitur stop loss dan take profit pada stock trading”, pasti banyak orang yang tidak harus merasakan kerugian karena “ketinggalan” harga dari saham yang dimilikinya. Karena pada dasarnya, di stock market itu jika kita ingin melakukan pembelian yang lebih tinggi dari harga running order Anda akan langsung DONE pada harga OFFER yang berlaku saat itu. Menyusahkan sekali bukan? Ketika kita memiliki Analisa yang mengatakan “Jika harga menembus poin X, barulah saham ini akan naik hingga poin Y”, dan mau tak mau kita harus terus menerus “mantengin” layar monitor kita untuk nungguin harga yang kita inginkan.
Read MoreTechnical Analysis dalam futures trading mempelajari tentang “akibat” dari pola pergerakan harga yang telah terjadi (past) untuk memprediksi arah pergerakan harga yang akan datang (future). Trader yang menggunakan analisa teknikal ini disebut technicalist trader. Seorang technicalist biasanya “mengabaikan” alasan atau penyebab terjadinya pergerakan harga yang ada di berita, dan hanya fokus pada akibat pergerakan yang telah terjadi. Trading chart dan berbagai indikator teknikal sangat dibutuhkan untuk membantu analisa teknikal ini.
Read MoreJika Anda ingin mencoba investasi di saham, salah satu hal yang wajib dimiliki investor adalah mengerti cara laporan keuangan dari perusahaan yang ingin kita investasikan.
Sebagian investor dan trader, terlebih lagi mereka yang baru saja menyelami bisnis jual-beli saham mungkin masih menganggap membaca laporan keuangan itu susah. Mereka malas untuk memahami perlunya mengetahui mana saham yang secara value masih murah, ataupun mengetahui kinerja perusahaan ini atau itu bagus atau tidak. Padahal, saat kita mengalokasikan dana untuk investasi atau dalam praktiknya kita membeli saham, kita harus tahu informasi yang berkaitan dengan perusahaan yang akan kita beli sahamnya. Sehingga, kelak pembelian saham yang kita lakukan tidak seperti “membeli kucing dalam karung.”
Read MoreSebagaimana sudah kita ketahui, saham-saham yang terdaftar di bursa efek memiliki “indeks”-nya sendiri. Bursa sendiri membaginya menjadi beberapa indeks yaitu Indeks Harga Saham Gabungan, Indeks Sektoral, Indeks LQ45, Jakarta Islamic Indeks, Indeks KOMPAS100, Indeks Bisnis-27, Indeks PEFINDO25, Indeks SRI-KEHATI, Indeks Saham Papan Utama & Indeks Papan Pengembangan, serta Indeks Individual.
Read MorePernah gak sih terfikir oleh kita “coba ya, ada fitur stop loss dan take profit pada stock trading”, pasti banyak orang yang tidak harus merasakan kerugian karena “ketinggalan” harga dari saham yang dimilikinya. Karena pada dasarnya, di stock market itu jika kita ingin melakukan pembelian yang lebih tinggi dari harga running order Anda akan langsung DONE pada harga OFFER yang berlaku saat itu. Menyusahkan sekali bukan? Ketika kita memiliki Analisa yang mengatakan “Jika harga menembus poin X, barulah saham ini akan naik hingga poin Y”, dan mau tak mau kita harus terus menerus “mantengin” layar monitor kita untuk nungguin harga yang kita inginkan.
Read MoreTechnical Analysis dalam futures trading mempelajari tentang “akibat” dari pola pergerakan harga yang telah terjadi (past) untuk memprediksi arah pergerakan harga yang akan datang (future). Trader yang menggunakan analisa teknikal ini disebut technicalist trader. Seorang technicalist biasanya “mengabaikan” alasan atau penyebab terjadinya pergerakan harga yang ada di berita, dan hanya fokus pada akibat pergerakan yang telah terjadi. Trading chart dan berbagai indikator teknikal sangat dibutuhkan untuk membantu analisa teknikal ini.
Read MoreJika Anda ingin mencoba investasi di saham, salah satu hal yang wajib dimiliki investor adalah mengerti cara laporan keuangan dari perusahaan yang ingin kita investasikan.